Salam Hangat Untuk Penembak Tabloid Charlie Hebdo

Editor: Revol
Jumat, 23 Januari 2015 17:44 WIB

BangsaOnline - "Illa 'ibad­­ak minhum al-mukhlashin". Semua orang beriman berpotensi runtuh oleh godaan syetan, kecuali yang mereka yang benar-benar ikhlas. Keimanan sejati yang mukhlis itu keimanan yang hanya satu arah, hanya teruntuk Allah SWT saja.

Sedangkan keimanan kolaborasi adalah keimanan yang masih punya tendensi lain. Terhadap sikap asasi agama islam, mudahnya kita bagi dua. Pertama, satu sisi menebar kedamaian, agama rahmah, dan kedua, sisi lain memerintahkan perang ketika kita dizalimi.

Persoalannya, sering kali ilmuwan islam yang menghamba kepada Hak Asasi Manusia hanya memandang islam pada satu sisi rahmah saja, tanpa punya daya dakwah dan daya tegur, apalgi daya cegah. Dengan pandangan ini, semua nash tegas (qital) harus ditafsir sedemikian rupa hingga menjadi sangat lunak dan kehilangan ruhnya. Jadinya, tidak boleh ada kekerasan sedikitpun, dalam bentuk apapun.

Kiai, ustadz, ilmuwan muslim yang sok humanis, sok toleransi sering kali tidak menyadari bahwa yang disasar oleh HAM adalah syari'ah islam, tidak pernah ada ajaran agama lain atau prilaku tokohnya yang disorot. Perzinaan yang legal dan terbuka adalah sah menurut HAM. Tapi poligami, meski sudah memenuhi syarat dan dibenarkan Tuhan dianggap pelanggaran oleh HAM dan berhukum haram.

Celakanya, kuburan bayi yang ditemukan di arena beberapa gereja di Amerika, seperti dilansir beberapa media waktu lalu menjadi biasa saja. Padahal, sangat mungkin di gereja lain kemungkinan ada serupa itu. Tapi kalau ada ustadz, tokoh agama yang melakukan poligami, langsung dihabisi dengan segala cara. Contohnya, muballigh kondang A.A. Gym. Celakanya lagi, yang menghabisi adalah wanita muslimah sendiri, termasuk oknum Fatayat NU atau Muslimat NU.

Andai aktifis HAM dituding sebagai sebagai corong bayaran, maka pasti mencak-mencak, padahal benar-benar dapat duit dari proposal yang diajukan.

Simak berita selengkapnya ...

1 2

 

Berita Terkait

Bangsaonline Video