​Budi Bonsai, Penghobi Bonsai dan Sepeda Tua: Keduanya Tak Terpengaruh Pandemi Covid-19

Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Muji Harjita
Minggu, 06 September 2020 12:36 WIB

Budiono (kiri) dengan sepeda tuanya dan bonsai pohon lo seharga Rp 12 juta. (foto: MUJI H/ BANGSAONLINE)

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Menggabungkan 2 hobi sekaligus dan bisa sama-sama jalan, barangkali jarang ditemukan. Namun bagi Budiono (61), Warga Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, hal itu bisa dilakukan. Terbukti, ia punya 2 hobi sekaligus, yaitu sebagai pecinta bonsai dan pecinta sepeda tua alias unto.

Ditemui di kebun bonsainya, Budi Bonsai-sapaan bekennya mengaku mengenal bonsai baru tahun 2002 lalu. Waktu itu, ia pernah memburu pohon setigi bahan bonsai sampai Jepara. Selain itu, kota-kota lain juga pernah disambangi hanya untuk berburu bahan bonsai, seperti ke Bojonegoro dan Tuban.

Ia lantas membeberkan beberapa pohon bonsai yang saat ini ada di kebun belakang rumahnya, yakni pohon lo, serut, dolar, streblus, merten, busida, hokiante mikro, mustam, saengsimbur, adenium, kimeng, kaliandra, lohansung, brasilian, jambu peking, preh pupus merah, anting mutri mikro, dan beringin.

Ditanya soal harga, Budi menerangkan bahwa harga satu pohon bonsai itu sangat bervariasi tergantung jenis pohon dan bentuknya. Misalnya, harga bonsai pohon lo adalah Rp 12 juta/pohon, kimeng Rp 20-30 juta/pohon, serut Rp 12-25 juta/pohon, dan dolar daun panjang bisa mencapai Rp 15 juta/pohon.

"Alhamdulillah, saat pandemi ini, hobinya tak terpengaruh. Malahan permintaan bonsai meningkat," ujar Budi Bonsai usai ngonthel, Minggu (6/9/2020).

Ditambahkan oleh Budi, selain hobi bonsai, dirinya juga hobi naik sepeda, khususnya sepeda tua atau unto. Dengan berolahraga naik sepeda tua, tubuh menjadi sehat dan bisa menambah imun, sehingga bisa mengurai tertular Covid-19.

"Saya punya sepeda tua merek Simplex produk Belanda, Humber Inggris, dan Opel, dari Jerman. Bonsai dan sepeda tua itu sama-sama barang antik dan seni. Makanya, saya sangat suka. Kebetulan istri saya juga suka bonsai dan ngonthel," terang Budi.

Budi mengaku mulai aktif mengoleksi sepeda dan naik sepeda tua atau unto sejak Januari 2017, meski sebelumnya ia merasa senang lantaran mertuanya adalah penggemar sepeda tua sekaligus sebagai penjual sepeda di Desa Ngreco, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri.

"Kalau terkait bonsai, saya adalah anggota PPBI (Persatuan Penggemar Bonsai) Kabupaten/Kota Kediri. Sedang soal sepeda tua, saya bergabung di Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) Kediri. Dua-duanya bisa jalan beriringan," pungkas Pensiunan Dinas Kominfo Kabupaten Kediri itu. (uji/zar)