Seri Kedua “Rare East Java Cuisine Plating Challenge 2020”, Peserta Membeludak

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Nanang Fachrurozi
Minggu, 20 September 2020 02:54 WIB

Masakan para peserta saat dihidangkan untuk dinilai.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Event kuliner tradisional bertajuk “Rare East Java Cuisine Plating Challenge 2020” yang digagas ICA (Indonesian Chef Association) dan tiga hotel berbintang, yakni Surabaya Suites Hotel, Grand Mercure Mirama, dan Luminor Hotel Jemursari berlangsung semarak. Peserta yang mengikuti acara ini membeludak.

Event seri kedua yang berlangsung di Hotel Luminor Surabaya, pada Sabtu (19/9/2020), menggunakan bahan dasar ubi ungu yang dipadu dengan ikan bandeng.

Chef Fahriansyah, Ketua Indonesian Chef Association (ICA) BPD Jawa Timur mengatakan, gelaran sesi kedua ini ada peningkatan dari peserta. Selain itu, seni plating-nya lebih menarik.

"Selain jumlah peserta yang melonjak dibanding seri pertama, yakni dari 27 peserta pada pekan lalu dan naik menjadi 31 peserta pada event kedua ini, menu olahan yang ditampilkan peserta juga jauh lebih baik, seakan sudah profesional. Ini yang membuat kami bangga," kata Fahriansyah kepada bangsaonline.com sebagai media partnerRare East Java Cuisine Plating Challenge 2020”.

Menurut Fahriansyah, peserta mampu mengolah bahan makanan lokal seperti ikan dan ubi ungu menjadi menu yang bisa tampil modern seperti di hotel-hotel berbintang.

"Bayangkan saja, para peserta adalah dari pelaku UMKM, ibu rumah tangga, bahkan para pelajar. Tapi sanggup mengolah menu yang bahan lokal yang bisa disejajarkan dengan menu hotel berbintang atau restoran modern," ulas Chef Fahriansyah.

Dalam kesempatan yang sama, Executive Chef Luminor Hotel Jemursari Surabaya, Arryanto Wibowo menambahkan, bahwa pihaknya bangga minat masyarakat untuk tampil di kegiatan-kegiatan yang mengeksplor bahan lokal cukup tinggi.

"Bagi kami pelaku perhotelan, ajang ini juga membuktikan bahwa di tengah pandemi, aktivitas hotel tetap ada dan masyarakat tidak perlu takut beraktivitas, karena juga untuk menggerakkan perekonomian. Tapi tentu tetap dengan menerapkan protokol kesehatan," jelas pria yang juga Wkil Ketua ICA BPD Jatim.

Elgar Gumilang, Marcom Manager Luminor Hotel Jemursari Surabaya mengatakan, bahwa di zaman modern ini makanan dituntut tidak hanya nikmat di mulut, tapi juga harus sedap dipandang mata. "Jadi makanan yang enak, wajib hukumnya penampilan juga bagus," katanya.

"Tidak menutup kemungkinan ketika makanan harus dibuat dari bahan tradisional, yang notabene masih sangat digemari oleh kebanyakan lidah orang indonesia. Contohnya dalam event Rare East Java Cuisine Plating Challenge 2020 kali ini, yang diselanggarakan oleh ICA, ide yang sangat brilian ketika plating competition menggunakan bahan tradisional," ulasnya.

"Terlihat bahwa meskipun bahan-bahan yang diwajibkan dari tradisional atau sebut saja makanan local, tapi output yang dihasilkan tidak kalah dengan makanan internasional. Sehingga bisa dilihat skill untuk plating memang layak untuk dihargai lebih. Karena dari situ, meskipun makanan berbahan tradisional tetapi tetap bisa diminati dan digemari para pecinta kuliner, baik dari segi rasa ataupun citranya," terangnya.

Sementara itu, pada seri kedua yang menggunakan ikan bandeng dan ubi ungu sebagai bahan dasar tersebut, dipilih sejumlah pemenang dari berbagai kategori. Untuk Pemenang Viewers Live IG adalah Geovani Nauly, Pemenang Favorit yakni Martika Nindy, dan Pemenang Umum disabet Novida Dwi Khumairoh.

Sekadar diketahui, pada seri pertama Sabtu (12/9/2020) lalu, "Rare East Java Cuisine Plating Challenge 2020" digelar di Mercure Grand Mirama Hotel, dengan menggunakan bahan dasar ikan pari atau biasa disebut Iwak Pe Asap dan Ketela Ungu. Acara itu diikuti 23 peserta yang terdiri dari pelajar perwakilan sekolah memasak hingga perwakilan UKM.

Sedangkan pada seri ketiga atau terakhir nanti, dikhususkan kalangan profesional yang akan digelar pada Sabtu (26/9/2020) mendatang di Surabaya Suites Hotel, dengan memilih bahan dasar Jangkang dan Ketela Ungu. (nf/rev)