Wali Kota Kediri Bagikan Tips Bijak Menggunakan Media Sosial dalam PKKMB PSDKU UB Kediri 2020

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Muji Harjita
Senin, 21 September 2020 16:38 WIB

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar saat memberikan materi dalam Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) PSDKU Universitas Brawijaya Kediri, Senin (21/9). (foto: ist.)

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar memberikan materi dalam Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) PSDKU Universitas Brawijaya Kediri, Senin (21/9). Dalam PKKMB yang dilakukan secara daring ini, Wali Kota Kediri memaparkan materi mengenai "Terampil dan Bijak Menggunakan Sosial Media" di hadapan lebih dari 600 peserta.

Mengawali materi, Abdullah Abu Bakar menyampaikan data mengenai pengguna aktif media sosial, pengguna internet, koneksi mobile, dan populasi yang bersumber dari We Are Social pada Januari 2019 dan datareportal.com.

Pada tahun 2019, data pengguna aktif sosial sebanyak 150 juta, dan pada tahun 2020 sebanyak 160 juta. Untuk data pengguna internet tahun 2019 sebanyak 150 juta, dan tahun 2020 sebanyak 175,4 juta. Di Indonesia sendiri populasi pada tahun 2019 sebanyak 268,2 juta jiwa, dan pada tahun 2020 sebanyak 269,6 juta jiwa.

“Jadi karena sekarang ini eranya sudah semuanya serba internet dan online. Apalagi di masa pandemi ini, semua guru, dosen, harus belajar online semua. Begitu pula dengan mahasiswanya. Di sini saya sampaikan data pengguna telepon, internet di Indonesia ini sangat luar biasa sekali. Media sosial ini penting sekali untuk mahasiswa. Apalagi mahasiswa ini bisa membuat konten yang kreatif dan bagus, maka ini akan efektif,” ujar wali kota, Senin (21/9).

Lalu, wali kota yang akrab disapa Mas Abu ini juga mengatakan empat sosial media yang paling sering digunakan. YouTube menjadi platform yang paling sering digunakan pengguna media sosial di Indonesia berusia 16 hingga 64 tahun. Persentase pengguna yang mengakses YouTube mencapai 88 persen. Disusul oleh WhatsApp sebesar 84 persen, Facebook 82 persen, dan Instagram 79 persen.

Mas Abu juga berpesan agar generasi muda bijak dalam aktivitas di sosial media. Karena apapun yang di-posting dapat membawa dampak dan sering kali anak-anak muda tidak mengerti hal tersebut.

“Saya pesan pada mahasiswa baru di UB untuk bijak dalam menyebarkan sesuatu dan informasi. Saat ini banyak saya lihat itu dalam mengakses informasi dan menyebarkannya itu cepet banget. Langsung disebar lewat WhatsApp Group, belum dicek apakah itu benar atau salah. Jadi, saya mohon kita nanti jadi pengguna media sosial yang bijak dan tidak menyebarkan informasi-informasi yang tidak baik di masyarakat yang membuat kondisinya menjadi tidak enak,” pesannya.

Dalam kesempatan ini, Mas Abu juga membagikan tips bijak menggunakan sosial media. Pertama, bijak dalam mengakses dan menyebarkan informasi. Kedua, gunakan untuk pengembangan diri. Ketiga, jaga etika. Keempat, mengerti sisi hukum. Kelima, jauhi toxic account . Keenam, sebagai sarana personal branding.

“Saat ini kita baru kerasa bahwa dunia online harus kita kuasai. Kita bisa menggunakan dan mengakses itu dengan baik untuk mengembangkan diri kita. Contohnya, kita hobi seperti memasak atau apa itu, bisa kita kembangkan di media sosial. Mempelajarinya dari situ juga bisa, me-review dari situ juga bisa, banyak hal. Jadi saat ini sudah tidak ada sekat. Namun harus tetap menjaga etika. Gunakan juga untuk personal branding. Jadi kalian harus punya visi. Mahasiswa saja banyak, tapi kalian harus tahu menjadi mahasiswa yang seperti apa, lalu kalian kembangkan. Karena saya tahu, mahasiswa ini pemikirannya sudah banyak sekali dan silakan dikembangkan. Saya tidak mau mengekang, kembangkan sesuai keinginan masing-masing,” jelasnya.

Mas Abu juga mengungkapkan bahwa untuk terampil dalam menggunakan media sosial harus mempelajari statistik dan tren. “Apa yang kita upload dan kita share itu bisa dipelajari statistiknya. Itu dengan melihat trennya. Statistiknya bagaimana, dilihat dari insight-nya. Algoritmanya bagaimana begitu. Ada perbedaan, algoritma YouTube seperti ini, media sosial lain seperti ini. Itu harus dipejari,” ungkapnya.

Terakhir, Mas Abu mengatakan bahwa dirinya menggunakan media sosial sebagai media untuk menyampaikan informasi sekaligus interaksi dengan masyarakat. Di era pandemi seperti saat ini, media sosial digunakan untuk mengajak masyarakat mematuhi protokol kesehatan, bahkan sampai dimanfaatkan untuk mempromosikan UMKM Kota Kediri.

“Jadi banyak sekali keluhan masuk ke-DM saya. Dengan adanya media sosial ini saya dimudahkan untuk bisa memberikan informasi kepada masyarakat. Saya sampaikan langsung di sosial media ini supaya tidak bias. Saya juga gunakan untuk mempromosikan produk UMKM Kota Kediri di masa pandemi seprti sekarang. Alhamdulillah penjualan mereka bisa naik sepuluh kali lipat,” pungkasnya. (uji/rev)