Seorang Pelajar di Ngawi Nekat Gantung Diri Pakai Sprei di Kamar

Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Zainal Abidin
Kamis, 24 September 2020 21:52 WIB

Petugas sedang melakukan pemeriksaan jenazah korban.

NGAWI, BANGSAONLINE.com - Warga Desa Jagir, Kecamatan Sine, Ngawi digegerkan dengan tewasnya Viqi Ardiansyah (18), remaja warga setempat dengan kondisi tergantung di dalam kamarnya, Rabu (23/9) sekitar pukul 21.00 WIB.

Meninggalnya korban pertama kali diketahui oleh Sutirah (44), ibu korban. Saat itu Sutirah mendapat telepon dari salah satu teman korban yang meminta agar mengecek kamar putranya (Viqi Ardiansyah). Sebelumnya, Sutirah juga sempat mendengar suara yang mencurigakan dari kamar tidur korban.

Betapa terkejutnya Sutirah ketika masuk ke kamar, mendapati putranya sudah dalam kondisi tergantung dengan memakai sprei di belakang pintu kamar korban. Secara spontan Sutirah memotong kain sprei yang membelit leher korban dengan gunting sambil berteriak histeris. Selanjutnya, warga sekitar yang mendengar teriakan keras dari Sutirah langsung menuju rumahnya.

Dengan dibantu oleh tetangga, Sutirah lalu melarikan korban ke Puskesmas Sine dengan harapan mendapatkan pertolongan untuk nyawa putranya tersebut. Ternyata setelah sampai di puskesmas, dari pihak tim medis menyatakan bahwa kondisi nyawa korban sudah tidak dapat tertolong.

"Jadi, awalnya oran gtua korban mendapatkan telepon dari teman korban untuk memeriksa kamar korban. Yang ternyata saat dilihat sudah dalam keadaan menggantung di balik pintu kamarnya," jelas Iptu Farid, Kapolsek Sine saat dihubungi BANGSAONLINE.com.

Sedangkan pihak keluarga korban tidak mengetahui alasan dari korban nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Sebab sebelumnya, korban tidak perubahan tingkah laku. Pihak keluarga pun telah menerima kematian korban sebagai musibah dan tidak berkenan otopsi pada jenazah korban.

"Yang menjadikan alasan korban nekat melakukan aksi gantung diri belum diketahui. Dari keterangan pihak keluarga sikap dari korban sebelumnya tidak menunjukkan keanehan dan biasa saja," terangnya.

Karena pihak keluarga tidak menghendaki dilakukan visum oleh petugas, selanjutnya jenazah korban langsung diserahkan ke pihak keluarga. Yang sebelumnya dari pihak keluarga telah menandatangani pernyataan bahwa tidak akan melakukan penuntutan pada siapapun. (nal/ian)