​Berawal dari Gemar Membaca, Kini Budi Miliki Taman Baca yang Terbuka untuk Umum

Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Muji Harjita
Jumat, 25 September 2020 09:55 WIB

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar (kiri) saat menerima pemberian buku jadul dari Budi Santoso di gubuk yang dijadikan semacam perpustakaan. foto: Muji Harjita/ BANGSAONLINE.com

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Budi Santoso, 50, pemilik taman baca Kampoeng Jadhoel Art, di Dusun Dadapan, Kelurahan Tinalan, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, adalah sosok yang sangat peduli anak-anak. Dia merelakan rumahnya untuk dijadikan taman baca dan taman bermain bagi anak-anak di lingkungannya.

Budi menceritakan awal mula berdirinya Taman Baca Kampoeng Jadhoel Art, karena memang keinginannya sejak kecil. Budi mengaku sejak dulu, setiap hari dirinya lari ke perpustakaan atau ke taman baca. Waktu istirahat sekolah pun ia habiskan untuk membaca.

"Tapi untuk menyewa buku, saya tidak bisa karena tidak punya uang. Karena tiap hari baca buku di taman baca, yang punya tahu, jadi saya diminta bantu-bantu menata buku di sana. Dari dulu memang hobi baca, jadi kalau punya gubuk pengennya ada taman baca. Akhirnya kesampaian di tahun 2013 saya punya taman baca sendiri," ujar Budi usai menerima kunjungan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar, Kamis (24/9).

Di tahun 2013, Taman Baca Kampoeng Jadhoel Art mulanya hanya tersedia 30 sampai 40 macam buku. Namun saat ini koleksi buku semakin banyak dan ada kurang lebih 400 macam buku, yang terdiri dari buku anak-anak hingga buku politik. Taman Baca milik Budi ini sering dikunjungi oleh anak-anak sekitar maupun di luar lingkungan Dadapan untuk sekadar membaca buku.

"Pada masa pandemi ini, taman baca juga menyediakan wifi gratis sehingga anak-anak bisa bersekolah daring. Selain itu anak-anak juga diajarkan cara menanam tanaman, membuat batik, membuat kompos, serta diajak membuat dan memainkan permainan tradisional," terang Budi.

Budi Santoso menambahkan bahwa dirinya juga mengajarkan membuat dan memainkan permainan tradisional karena permainan tradisional lebih bagus, agar anak-anak tidak ketergantungan dengan gawai. Di tengah pandemi seperti ini taman baca tetap buka dan setiap yang berkunjung harus mematuhi protokol kesehatan.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar saat melakukan kunjungan ke Taman Baca Kampoeng Jadhoel Art milik Budi, juga memberikan bantuan 100 buku. Wali Kota Kediri menyempatkan berkeliling untuk melihat beberapa spot yang ada seperti tempat membaca buku dan sekolah daring, gubuk yang berisi barang-barang tempo dulu seperti radio, kaset, dan jam beker. Lalu mengunjungi tanaman-tanaman yang biasa untuk anak-anak belajar menanam, serta ikut melihat anak-anak yang sedang bermain permainan tradisional di halaman luar taman baca.

Sementara, Budi Santoso juga memberikan buku jadul keluaran tahun 1926 tentang hukum dan ekonomi kepada Wali Kota Kediri.

Wali Kota Kediri menilai bahwa taman baca ini merupakan langkah positif yang dilakukan oleh Budi Santoso sebagai pendiri, di mana anak-anak dapat berkembang kreativitas secara bebas di sini.

“Saya harap ini dapat memicu tumbuhnya taman baca yang lain di Kota Kediri,” ujar Mas Abu, sapaan akrab Wali Kota Kediri itu.

Turut serta dalam kegiatan ini, Plt. Asisten Administrasi Umum Chevy Ning Suyudi, Plt Dinas Arsip dan Perpustakaan Enny Endarjati, dan Kepala Dinas Pendidikan Siswanto. (uji/ns)