​Kediri Betta Club Gelar Kontes Ikan Betta Tingkat Nasional

Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Muji Harjita
Sabtu, 26 September 2020 14:18 WIB

Yusuf Saputro, Ketua Kediri Betta Club (KBC), saat mengecek persiapan kontes. foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE.com

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kediri Betta Club (KBC) menggelar kontes ikan betta tingkat Nasional di Covention Hall SLG, Sabtu (26/9). Saat menggelar event akbar, KBC tidak sendiri, tapi menggandeng Dinas Perikanan Kabupaten Kediri yang men-support penuh acara itu.

Perlu diketahui, selain sebagai cupang hias, Betta Splendes merupakan jenis adu, terutama jenis yang lama. Menurut catatan, ikan ini telah dibudidayakan sejak tahun 1970. Ikan ini memiliki daya tahan yang kuat, namun tidak ditopang dengan gigi tajam dan sisik yang kuat. Pada tutup insangnya terdapat 2 garis vertikal berwarna merah.

Sosok cupang ini bisa dibilang kecil dengan warna tubuh cenderung gelap. Warnanya perpaduan antara merah tua dan biru tua, serta tidak ada totol di tubuhnya. Gerakan tubuhnya cendrung agresif dan terlebih jika dahulu menyerang ketika bertarung.

Yusuf Saputro, Ketua Kediri Betta Club (KBC) menjelaskan, sebenarnya kontes ini adalah kontes dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1216, yang tertunda karena pandemi Covid-19, yaitu 24 Maret 2020 lalu. Akhirnya baru bisa dilaksanakan pada hari Sabtu (26/9) ini, dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Rencana awal, kontes Betta ini adalah kontes tingkat Internasional. Berhubung ada pandemi, maka hanya bisa digelar kontes betta tingkat nasional," kata Yusuf Saputro, Sabtu (26/9).

Menurut Yusuf Saputro, peserta kontes kali ini yang sudah terkonfirmasi adalah dari Batam, Jakarta, Lampung, Bogor, dan Kota-kota di Pulau Jawa lainnya.

"Yang dilombakan ada 38 kelas dan 20 kelas profesional. Jadi jumlah total yang dilombakan ada 58 kelas," terang Yusuf.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri Nur Hafidz mengatakan, kontes betta atau ikan cupang ini dimaksudkan juga untuk meningkatkan nilai ekonomis dari ikan betta itu sendiri. Nur Hafidz mengakui pada masa awal pendemi, permintaan ikan betta sedikit menurun, tapi sekarang mulai ada peningkatan permintaan.

Menurut Nur Hafidz, pembudidaya ikan hias cupang kontes di sentra produksi bisa menghasilkan ikan 2 juta ekor per tahun. Sentra ikan betta atau cupang hias dan aduan ada di Kabupaten Kediri ada di wilayah Ngadiluwih, Paron, Ngasem dan Kandat. (uji/ns)