Apresiasi Event Kuliner Tradisional ICA & Tiga Hotel Bintang, Kadisbudpar Jatim: Ini Ruh Kebudayaan

Editor: MMA
Wartawan: Nanang Fachrurozi
Sabtu, 26 September 2020 22:23 WIB

Sinarto, S.Kr., M.M. (pakai masker hijau toska), Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Provinsi Jawa Timur saat melihat kreasi plating peserta didampingi Firman S. Permana, General Manager (GM) Surabaya Suite Hotel, Sabtu (26/9). foto: nanang fachrurozi/ bangsaonline.com

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, melalui Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar), mengapresiasi event bertajuk "Rare East Java Cuisine Plating Challenge 2020" yang mengangkat kuliner berbahan lokal menjadi olahan kekhasan yang mengangkat pariwisata Jawa Timur.

"Selamat buat ICA dan tiga hotel, Surabaya Suite, Luminor, dan Grand Mercure Mirama. Meski di tengah pandemi, masih ada kegiatan berinovasi mengeksplor potensi lokal. Dan itu menjadi kekuatan Jawa Timur. Atas nama pemerintah provinsi, mendukung dan sangat apresiatif. ICA punya kegiatan yang luar biasa dengan tema yang bagus. Tema ini merupakan ruh kuliner dari sisi kebudayaan yang bisa dipertaruhkan dalam kepariwisataan," ujar Sinarto, S.Kr, M.M., Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Provinsi Jawa Timur saat melihat kreasi plating peserta didampingi Firman S. Permana General Manager (GM) Surabaya Suite Hotel, Sabtu (26/9).

"Bisnis Pariwisata itu banyak kompetitor Mas. Biasanya kalau kita menang jika kita punya kekhasan, keunikan, eksotik dari sisi performa sampai dengan ruhnya. Kalau makanan kan gizinya. Dan ICA ini sebagai exercise, mengekplor kekuatan gizi dan performanya yang ada di Jatim," ujar Kepala Dinas yang juga berprofesi sebagai dalang.

"Dari tradisional diangkat menjadi performa nontradisional, tempatnya di hotel itu sudah menarik. Karena apa? Orang lain melihat, kalau di hotel pasti akan bertaruh higenisnya dan performanya. Saya titip kedepan, kegiatan seperti ini tetap mensyaratkan itu. Performanya menjadi global nilainya, lalu higenisnya terjaga betul," ulas Sinarto.

Menurut Sinarto, orang yang cerdas pasti akan memilih makanan yang bermanfaat untuk dirinya, apalagi di tengah pandemi Covid-19.

"Pandemi covid adalah sebuah pertaruhan kesehatan. Ada makanan yang membawa sehat pasti akan dipilih. Sehebat apapun jika kuliner itu tidak membawa kesehatan, biasanya kalah dalam sebuah pertarungan. Karena itu saya sangat apresiasi dengan ICA dan Tiga Hotel dan yang lain tetap berkarya dan berkreatvitas, membangun performa yang terkandung dalam kuliner tradisional," pungkasnya.

Dalam kesempatan itu Sinarto juga melihat hasil kreativitas 'plating' para peserta. Ia juga didaulat memberikan sambutan penyemangat para peserta untuk selalu berkarya, berinovasi mengolah kuliner tradisional.

Dalam sesi 3 atau sesi terakhir kelas Profesional 'Rare East Java Cuisine Plating Challenge 2020' yang digelar di Surabaya Suite Hotel ini, dipilih Tiga Pemenang dengan Kategori sebagai Juara 1 dipegang Irvan Efendi, Juara Favorit disabet Martika Nindy, dan Juara Viewer diraih Chefi Vito. (nf)