Tanya-Jawab Islam: ​Mau Minta Bantuan pada Anak Karena Kondisi Ekonomi, Hati Tak Enak

Editor: Redaksi
Minggu, 27 September 2020 12:00 WIB

Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.

>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<

Pertanyaan:

Assalamualaikum Wr. Wb. Mohon pencerahannya, karena kondisi ekonomi, setiap kali akan minta bantuan kepada anak selalu timbul keganjelan hati, dibolehkankah menurut ajaran Islam yang saya anut? (Supriyadi, Desa Jangkung RT2 RW10 Kelurahan Jono Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, Jateng)

Jawaban:

Wa alaikumus salam Wr. Wb. Secara alami dan anugerah rahmat dari Allah, seseorang punya rasa belas kasih dan cinta pada anak atau cucu... dan keturunan yang lain.

Rasa jengkel, marah -karena ulah anak, cucu, dll. -- biasanya tidak akan mengalahkan rasa kasihan dan cintanya. Jika rasa jengkel dan ganjelan mengalahkan rasa cinta, maka kondisi kejiwaan bapak ada masalah.

Tentu kondisi seperti itu adalah penyakit yang harus diobati. Memang --secara fikih--rasa jengkel tidak otomatis berdosa (haram).

Sepanjang dalam pikiran dan kejiwaan dan belum dilampiaskan dalam tindakan, itu tidak berdosa, tapi dianjurkan untuk mencari obat berupa psikoterapi.

Dalam Islam populer dengan pengobatan via zikir, doa, dan mawas diri melalui guru/mursyid tarekat. Semoga bapak bisa segera mengatasi dan hidup penuh kebahagiaan. Wallahu a'lam. (*)