Giliran Desa Sumberejo Pertanyakan Penomoran Rumah Warga

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Agus Salimullah
Minggu, 27 September 2020 15:03 WIB

Kades Sumberejo Riyanto dan bentuk nomor rumah di Desa Mojorejo Kecamatan Junrejo.

KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Setelah Desa Beji dan Desa Pesanggrahan, kini giliran Desa Sumberejo, Kecamatan Batu, Kota Batu mempertanyakan program penomoran rumah dari Dinas Perumahan Kota Batu. Pasalnya, hingga saat ini tidak ada satu pun rumah warga yang tersentuh program ini.

"Untuk Desa Sumberejo belum dapat sama sekali," ungkap Riyanto, Kades Sumberejo, Minggu (27/9).

Ia mengungkapkan, di Sumberejo ada 2.100 KK dan semuanya belum mendapatkan penomoran rumah. Menurutnya, Pemdes Sumberejo sudah pernah mengajukan ke Pemkot Batu melalui Asosiasi Perangkat Desa dan Kelurahan (Apel) Kota Batu. Namun, sampai saat ini belum ada realisasinya.

"Dengan tidak adanya penomoran di Sumberejo, warga mengaku kesulitan jika mengirim atau menerima paket dari pemesanan online. Akibatnya, tidak sedikit petugas pengiriman paket yang sering bertanya alamat tujuan," ujarnya.

Sementara itu, beberapa kepala desa yang wilayahnya sudah mendapat penomoran rumah mengatakan jika program itu sudah terlaksana sekitar 3 atau 4 tahun yang lalu.

"Untuk wilayah Desa Pendem sudah selesai sekitar 3 atau 4 tahun yang lalu, Mas. Jumlahnya sekitar 2.400 rumah," ujar Tri Wahyuwono Efendi, Kades Pendem, Kecamatan Junrejo.

Hal senada juga diungkapkan Suliono, Kades Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji. Ia mengatakan, sebanyak 2.600 rumah di wilayahnya sudah terpasang nomor rumah.

Demikian halnya di Desa Mojorejo dan Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo. Bedanya, jika di Mojorejo bentuk nomornya buah strawberry, di Torongrejo bentuknya buah apel.

"Di Mojorejo pemasangannya sudah lama mas. Saya waktu itu masih ketua RW. Jumlah rumah yang sudah dipasang nomor sekitar 1.300 rumah," ujar Rujito.

Dikonfirmasi persoalan ini, Bangun Yulianto, Sekretaris Dinas Perumahan Kota Batu menjelaskan bahwa proses penomoran rumah warga akan dilanjutkan di tahun 2021.

"Sudah, Mas. Sudah kami programkan di tahun 2021," ujar Bangun Yulianto. (asa)