Lagi, Perawat di Sumenep Meninggal Akibat Terinfeksi Covid-19

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Sahlan
Minggu, 27 September 2020 16:45 WIB

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Ir. Edy Rasiyadi.

SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Seorang Tenaga Kesehatan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, R. Nurul Hasanah meninggal dunia akibat terpapar Virus Corona atau Covid-19 pada Sabtu (26/09/20) kemarin.

Nurul Hasanah menjadi tenaga kesehatan kedua di Sumenep yang meninggal akibat Covid-19, setelah sebelumnya seorang perawat RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep, Ir. Edy Rasiyadi, M.Si dan rekan sejawat memberikan penghormatan terakhir dengan membacakan do’a tahlil yang dilanjutkan shalat jenazah di halaman Kantor Dinas Kesehatan.

Sekda menekankan seluruh tenaga kesehatan dan dokter yang bertugas di Kabupaten Sumenep, lebih berhati-hati dan waspada dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Meninggalnya tenaga kesehatan ini menjadi sebuah momentum bagi seluruh tenaga medis Kabupaten Sumenep untuk bangkit bersama-sama melakukan pencegahan dan penanganan Covid-19,” terangnya, Sabtu (26/09) kemarin.

Ia mengimbau seluruh tenaga medis dan dokter menjaga keamanan diri sendiri, dengan meningkatkan kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan agar tidak terinfeksi Covid-19 dalam menjalankan tugas dan kewajiban.

“Sebagai garda terdepan dalam melayani kesehatan, jangan sampai tidak menggunakan kelengkapan Alat Pelindung Diri (APD) demi menjaga agar dirinya tidak terpapar Covid-19,” jelasnya.

Sebelumnya, perawat Puskesmas Manding R. Nurul Hasanah sempat menjalani perawatan medis di salah satu rumah sakit di Surabaya selama tiga minggu, hingga akhirnya meninggal dunia pada Jumat (26/09/2020) pukul 07.30 WIB.

“Kami (Pemkab Sumenep) menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya R. Nurul Hasanah,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, Agus Mulyono, M.CH mengatakan, pihaknya telah melakukan sterilisasi Puskesmas Manding, bahkan sebelumnya menutup Puskesmas setempat sekaligus pelacakan kontak erat dengan almarhumah.

Dikatakan Agus, sampai saat ini masih ada empat tenaga kesehatan Puskesmas Kecamatan Saronggi yang terkonfirmasi positif Covid-19, sedang menjalani perawatan dan isolasi di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep.

"Masih ada empat tenaga kesehatan Puskesmas Kecamatan Saronggi yang terkonfirmasi positif Covid-19," jelasnya. (aln/rev)