​Pagar Nusa Bojonegoro Dikukuhkan, Komitmen Jaga NU, Kiai, dan NKRI

Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Gunawan Wihandono
Minggu, 27 September 2020 20:42 WIB

Ikatan Pencak Silat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama (IPSPN-NU) Kabupaten Bojonegoro resmi dikukuhkan di Kompleks Kantor PCNU tepatnya di Kampus IAI-UNU Sunan Giri Bojonegoro, Minggu (27/9).

BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Ikatan Pencak Silat  Nahdlatul Ulama Pagar Nusa Kabupaten Bojonegoro resmi dikukuhkan di Kompleks Kantor PCNU, tepatnya di Kampus IAI-UNU Sunan Giri Bojonegoro, Minggu (27/9).

Pantauan BANGSAONLINE.com di lapangan, dalam pengukuhan tersebut pada pesilat Pagar Nusa tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Mulai pengecekan suhu tubuh menggunakan thermo gun, memakai masker, hand santizer, mencuci tangan dengan air mengalir yang disiapkan panitia. Panitia menyediakan sekitar 20 tempat cuci tangan untuk mematuhi anjuran pemerintah.

Ketua Panitia, Yahya Tulus Margiyanto, mengatakan, pengukuhan ini digelar setelah para santri mengikuti pelatihan secara rutin di setiap ranting. Pihak panitia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu jalannya acara. 

Baik PCNU, pemerintah kabupaten, kepolisian, Banser maupun stakeholder yang lain. Sehingga, acara Pengukuhan Anggota Tetap Pagar Nusa 2020 bisa berjalan lancar dan sukses. "Peserta yang dikukuhkan ini menjadi benteng NU dan benteng kiai. Kalau tidak ada NU dan kiai, tidak ada Pagar Nusa," jelas Yahya.

Di tempat yang sama, Ketua Pimpinan Cabang (PC) Pagar Nusa Kabupaten Bojonegoro, Agus Imam Muhtashom memastikan pelaksanaan pengukuhan anggota Pagar Nusa sesuai protokol covid-19. 

Pasalnya, agenda pengukuhan tersebut juga menjadi kegiatan rutin Badan Otonom (Banom) NU setiap tahun. Pagar Nusa sebagai benteng NU, kiai dan NKRI juga tetap mematuhi anjuran maupun imbauan kiai dan pemerintah.

"Mari seluruh kader Pagar Nusa, meskipun mempunyai keahlian bela diri, harus tetap rendah hati sebagai bentuk akhlaqul karimah. Serta mengamalkan Ahlussunnah Wal-Jamaah di tengah-tengah masyarakat," paparnya.

Perwakilan Pengurus Cabang Nahlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bojonegoro, Syaifuddin Idris memberikan apresiasi karena acara pengukuhan berjalan tertib dan tidak mengurangi kekhidmatan pengukuhan anggota tetap Pagar Nusa.

Menurut dia, santri PN memiliki Iman dan taqwa yang kuat, ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan memiliki itu, Pagar Nusa bisa menjadi benteng Nahdlatul Ulama dan NKRI. "Jagalah keamanan dan ketertiban, serta siap menjaga kiai, NU, nusa dan bangsa," pesannya.

Anggota Pagar Nusa Bojonegoro mencapai ratusan ribu. Setiap tahun digelar pengukuhan sekitar seribuan anggota. Namun karena saat ini pandemi covid, maka yang hadir dibatasi, utamanya hanya anggota baru dan pendamping saja, dan hanya mengundang beberapa tokoh dan Banom NU.

Acara pengukuhan anggota baru Pagar Nusa juga dihadiri Badan Otonom NU, mulai Muslimat, Fatayat, Ansor, ISNU, IPNU dan IPPNU, sehingga acara berlangsung khidmat meskipun sederhana. (gun/ian)