Warga Binaan Lapas IA Surabaya Dapat Pembinaan Keterampilan dan Kesempatan Sertifikasi​ Keahlian

Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Catur Andy
Senin, 28 September 2020 15:21 WIB

Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IA Surabaya di Porong Sidoarjo mendapatkan pembinaan keterampilan. (foto: ist).

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IA Surabaya di Porong Sidoarjo, berkesempatan mendapatkan pembinaan keterampilan. Tak hanya itu, napi juga berkesempatan mendapatkan sertifikasi atas keterampilannya tersebut.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan kelas IA Surabaya di Porong Sidoarjo, Gun Gun Gunawan mengatakan, selain pembinaan internal, warga binaan berkesempatan mengasah skill-nya di dalam lapas. Hal itu sebagaimana program pemerintah di bidang keterampilan.

"Ini sudah termin ketiga, yakni sekitar 60 warga binaan," cetus Gun Gun Gunawan, Senin (28/9/2020).

Lebih lanjut, Gun Gun Gunawan menerangkan, jauh sebelum dirinya menjabat sebagai Kalapas Porong, program nasional tersebut sudah berjalan. Pihaknya sengaja meneruskan program yang sudah berjalan tersebut agar warga binaan berkesempatan mengasah kemampuannya dan memiliki sertifikasi.

"Totalnya ada 300 warga binaan sampai termin ketiga ini. Jadi, warga binaan bebas memiliki sertifikasi sesuai keterampilannya," terangnya.

Lembaga pemasyarakatan bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Surabaya dan Dinas Ketenagakerjaan dalam merealisasikan program tersebut. Dengan harapan warga binaan bisa memanfaatkan momen pembinaan tersebut.

"Ada yang tukang bangunan, pengelasan, konstruksi. Mereka nantinya dites sama orang BLK, yang bagus maka akan dapat sertifikat," terangnya.

Meski dalam situasi Covid-19, pembinaan keterampilan tetap berjalan. Hanya saja, tidak seperti biasanya. Mereka dilengkapi dengan protokol kesehatan seperti masker dan lainnya.

"Tentunya berbeda dari biasanya. Mereka harus tetap menjaga protokol kesehatan. Mereka praktik sendiri dengan cara virtual, dan dipantau sama petugas dinas," terangnya.

Pelatihan selama Covid-19 hanya digelar sekitar dua mingguan. Setelah melewati masa kerja itu, nantinya warga binaan yang telah mengikuti pelatihan akan dilakukan pengujian, dan hasilnya akan disampaikan langsung oleh BLK dan Dinas Ketenagakerjaan. (cat/zar)