​Pj. Bupati Trenggalek Buka Pelatihan Pencarian dan Pertolongan Korban Bencana

Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Herman Subagyo
Senin, 28 September 2020 20:49 WIB

Pj. Bupati Trenggalek, Drs. Benny Sampirwanto, M.Si., saat membuka Pelatihan Teknis Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (First Aid) Bagi Potensi Pencarian dan Pertolongan di Pendopo Kabupaten Trenggalek, Senin (28/9/2020). (foto: ist).

TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Pelatihan Teknis Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (First Aid) Bagi Potensi Pencarian dan Pertolongan dibuka secara resmi oleh Penjabat Sementara (Pj) Bupati Trenggalek, Drs. Benny Sampirwanto, M.Si., di Pendopo Kabupaten Trenggalek, Senin (28/9/2020).

Pj. Bupati Benny menyambut baik digelarnya pelatihan tersebut. Alasannya, kondisi geografis Kabupaten Trenggalek memiliki risiko kerawanan bencana alam yang cukup tinggi, baik longsor, banjir, hingga tsunami.

Ia berharap dengan digelarnya pelatihan itu sumber daya manusia yang ada di Trenggalek lebih memiliki kesiapan di saat terjadi bencana.

"Kesiapan kita semua, SDM yang siap untuk menangani bencana apa pun jenisnya, kita yakin akan mampu meminimalisir dampak dari itu semua," ujar Benny Sampirwanto yang juga Kadiskominfo Jatim itu.

"Harapan besar saya pelatihan tersebut dapat menghasilkan semangat kemanusiaan, kesatuan pola pikir, dan pola tindak yang sama dalam memberikan pelayanan di bidang pencarian dan pertolongan," pungkasnya.

Sementara itu, Deputi Bina Tenaga dan Potensi Basarnas, A. Haris Achadi mengatakan, pengerahan pemberdayaan masyarakat Trenggalek sangat diperlukan, mengingat di Kabupaten Trenggalek risiko kerawanan bencana terbilang cukup tinggi.

Selain itu, Haris juga menyebut pelatihan potensi ini menjadi prioritas nasional dan di tahun ini ditargetkan ada 2.000 orang yang tergabung dalam pelatihan ini. Meski demikian ia mengutarakan terbatasnya jumlah personel menjadi salah satu alasan digelarnya pelatihan potensi tersebut.

"Harapannya masyarakat ini berdaya, memiliki sebuah keterampilan sesuai dengan wilayahnya," tukasnya.

Sekadar untuk diketahui, pelatihan yang digelar selama lima hari ke depan terhitung mulai 28 September hingga 2 Oktober 2020 yang digelar oleh Basarnas tersebut diikuti oleh 20 orang yang berasal dari potensi pencarian dan pertolongan Kantor SAR Surabaya.

Selama menjalani masa pelatihan, mereka akan diberi pengetahuan dan keterampilan teknis terkait substansi pencarian dan pertolongan, di antaranya keterampilan bantuan hidup dasar tentang jantung dan paru, maupun SOP penanganan patah tulang sampai luka bakar. (man/zar)