Tanya-Jawab Islam: Menggigil 20 Detik, Apakah Tanda-tanda akan Mati?

Editor: Redaksi
Minggu, 04 Oktober 2020 22:36 WIB

Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.

>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<

Pertanyaan:

Assalamualaikum Wr Wb. Akhir-akhir ini saya merasa aneh sama diri saya sendiri semenjak melihat foto orang meninggal. Saya merasa takut dan saya termenung memikirkan seandainya nanti saya mati, apa yang saya bawa. Saya takut, cemas, campur aduk semuanya, sehingga seluruh tubuh saya bergetar. 20 detik saya mengalaminya. Saya bingung yang saya rasakan itu. Menggigil karena takut atau memang isyarat dari Allah Swt pak ustad? Saya benar-benar takut, saya semakin cemas, susah tidur. (Welsy, Kerinci, Jambi)

Jawaban:

Wa'alaikum salam wr. wb. Tidak semua manusia dikirimi "sinyal" kematian akan segera datang. Banyak orang meninggal tanpa sinyal apapun.

Begitu juga banyak yang merasakan dapat sinyal kematian, tapi dalam waktu lama tidak kunjung mati. Itu berarti "tanda akan datangnya ajal" lebih karena perasaan kejiwaan subyektif seseorang. Kiranya bapak masuk dalam kategori yang terakhir.

Sebetulnya Allah selalu mengingatkan kita bahwa kematian itu dapat sewaktu-waktu datang. Allah berfirman: "Jika ajal kematian telah tiba, maka mereka tidak bisa menunda atau memajukan kematian itu" (QS. Yunus: 49).

Sebagai khalifah Allah di bumi, manusia harus sadar penuh bahwa hidup di dunia hanyalah 'permainan' yang sangat singkat dibandingkan dengan kehidupan di akhirat, sepanjang apapun umur sesesorang.

Karena itu, perasaan dikejar-kejar kematian itu penyakit, yang harus diobati. Sebab perasaan itu, kematian pada saatnya pasti menjemput kita; baik kita pikirkan maupun tidak. Hal paling penting adalah bekal amal yang akan kita bawa mati.

Hiduplah secara normal, tak perlu mikir kematian. Sebab dipikir atau tidak, kematian pasti datang. Apa yang harus ditakutkan? Hiduplah di dunia secara produktif, seakan-akan anda akan hidup selamanya.

Beribadahlah dengan sungguh-sungguh, seolah-olah anda mati besok. "Seakan-akan dan seolah-olah" itu bukan sebenarnya, tetapi itu mendorong kita dapat beramal seimbang untuk kepentingan dunia yang sekaligus berfungsi sebagai bekal hidup setelah kematian untuk akhirat.

Hidup seimbang antara kepentingan dunia dan akhirat, itulah inti doa kita: Wahai Tuhan, kami berikan kami kehidupan yang layak di dunia dan kehidupan terbaik di akhirat. Jauhkan diri kami dari siksa api neraka! (Qs. al-Baqarah:197). Demikian, Wallahu a'lam. (*)