Gus Muhdlor Ajak Warga Sidoarjo Dukung Wahid Masuk Final KDI MNC TV

Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Mustain
Senin, 05 Oktober 2020 14:15 WIB

BERI DUKUNGAN: Gus Muhdlor bertemu keluarga Mochammad Abdul Wahid di Desa Tenggulunan, Kecamatan Candi, Minggu (4/10/2020) malam. (foto: ist).

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Pemuda asal Desa Tenggulunan Kecamatan Candi, Mochammad Abdul Wahid lolos dalam ajang pencarian bakat tingkat nasional Kontes Dangdut Indonesia (KDI) MNC TV.

Lolosnya wakil Sidoarjo dalam ajang pencarian bakat tingkat nasional itu mendorong Cabup Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) memberi dukungan dan semangat untuknya menuju ke babak final.

“Hari ini saya mengajak seluruh masyarakat Sidoarjo mendoakan Wahid dan memberikan dukungan dalam polling SMS dengan ketik KDI (spasi) WAHID kirim ke 95151 atau vote melalui aplikasi RCTI+. Karena Senin (5/10/2020) malam ia kembali berlaga di 6 besar,” tegas Gus Muhdlor saat mendatangi kediaman Wahid di Desa Tenggulunan, Kecamatan Candi, Minggu (4/10/2020) malam.

Kedua orang tua Wahid pun terkejut dan tak menyangka didatangi dan mendapat dukungan langsung dari cabup yang diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Cabup putra daerah itu juga menjelaskan bahwa kehadirannya ke kediaman Wahid karena penasaran dengan sosok Wahid. Di kediamannya, Muhdlor pun dikejutkan dengan sosok Wahid yang ternyata seorang qari dan putra seorang guru ngaji.

“Ini bukan soal dukungan politik, tapi kewajiban karena sesama putra daerah. Bukan hanya saya, semua warga Sidoarjo wajib dan harus mendukung anak-anak Sidoarjo yang memiliki potensi dan prestasi,” jelas cabup nomor urut 2 ini.

Kepada Gus Muhdlor, Ayah Wahid, Ahmad Chotib mengaku tidak menyangka anaknya lolos dalam ajang bergengsi itu. Pasalnya, selama di rumah hampir tidak ada aktivitas khusus bagi putranya untuk bernyanyi. Ia pun sempat melarang Wahid untuk jadi penyanyi.

“Saya tahunya ya dua hari sebelum ia ke Jakarta, Wahid minta izin dan doa untuk berangkat karena lolos seleksi,” ungkap Chotib yang juga seorang guru ngaji dan imam musala itu.

Namun, Chotib mengakui bahwa anaknya juga pernah menjuarai sebuah kompetisi band rock saat ia masih kuliah. Adapun juara lainnya, yakni juara 1 MTQ Nasional antarmahasiswa tahun 2014 silam.

“Saya hanya kasih dia sangu Alquran kecil sebelum dia ke Jakarta dan berpesan jangan tinggalkan salat dan baca Quran,” pungkas Chotib. (sta/zar)