Bangun Pusat Penelitian Kakao, Mondelez International Investasi Rp 190,5 Miliar di Jatim

Editor: Yudi Arianto
Wartawan: M Didi Rosadi
Rabu, 07 Oktober 2020 20:42 WIB

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memberikan sambutan dalam peresmian virtual Pasuruan Cocoa Technical Centre (PCTC). foto: istimewa

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Di tengah pandemi Covid-19, investor masih melirik Provinsi Jawa Timur. Terbaru, PT Mondelez International berinvestasi dengan nilai US$13 juta atau Rp 190,5 miliar. Investasi itu melalui proyek Pasuruan Cocoa Technical Centre (PCTC).

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, masuknya investasi PCTC ke Jatim ini sejalan dengan program yang sedang digencarkan Pemprov Jatim yakni tanam, petik, olah, kemas, dan jual dari sektor pertanian/perkebunan.

“Visi-misi Pasuruan Cacao Techincal Centre ini sejalan dengan program yang kami bangun sehingga ini bisa jadi satu kesatuan. Kami sangat bahagia sekali Mondelez mengambil keputusan untuk membuat PCTC di sini, karena ini bagian dari penguatan kami,” katanya dalam peresmian PCTC secara virtual, Rabu (7/10/2020).

Dia menjelaskan, di Jatim terdapat sejumlah sentra tanaman kakao dengan memberdayakan masyarakat sekitarnya, di antaranya seperti di perkampungan coklat di Blitar, Madiun, Jember, serta Mojokerto.

“Kami Pemprov Jatim mendukung sekali apa yang sudah diinisiasi Mondelez International. Kami berharap ini dapat mendorong peningkatan produktivitas kakao petani, dan mempercepat pemulihan ekonomi dan kesejahteraan Jatim melalui pendampingan,” imbuhnya.

Khofifah mengakui, meski Jatim sangat cocok ditanami kakao tetapi produktivitasnya masih rendah. Produktivitas tanaman kakao dalam negeri saat ini hanya sekitar 0,8 ton per hektare. Untuk itu, keberadaan PCTC diharapkan dapat meningkatkan produktivitas petani kakao Jatim dengan teknologi inovasi yang dimiliki.

Sementara itu, Maurizio Brusadelli, Executive Vice President dan President Asia, Middle East and Africa Mondelēz International mengatakan, sebagai salah satu pengguna kakao terbesar di dunia, keberlanjutan pasokan kakao merupakan kunci pertumbuhan jangka panjang bagi Mondelēz International di kawasan Asia serta di seluruh dunia.

“Kakao merupakan bahan utama cokelat yang permintaannya terus meningkat, Mondelez International bertekad untuk dapat memenuhi permintaan konsumen tersebut dengan cara yang tepat, yaitu dengan berkontribusi menciptakan sektor kakao yang berkelanjutan," ungkap Maurizio.

Adapun PCTC sendiri merupakan pusat penelitian kakao milik Mondelez International yang ke-12. PCTC diresmikan secara virtual oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dan Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita. (mdr/ian)