Tanya-Jawab Islam: ​Kalau Hamil, Saya Mau ke Panti Asuhan? Sekarang Saya Hamil Beneran

Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: .
Jumat, 09 Oktober 2020 09:53 WIB

Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.

>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<

Pertanyaan:

Assalamualaikum pak Dr. KH. Imam Ghazali Said, saya mau bertanya pak? Dulu, sewaktu saya belum hamil, pernah bilang dalam hati berucap 'Kalo aku hamil aku akan ke panti asuhan'. Sekarang saya sudah hamil kiai, tapi sampai sekarang saya belum ke panti dikarenakan keadaan ekonomi. Saya dulu bilang seperti itu karena saya dan suami sama-sama kerja. Sekarang saya udah tidak bekerja lagi. Suami pun baru dipanggil kerja lagi.

Mohon arahan kiai, bagimana solusinya? Saya selalu terbayang soal perkataan saya yang belum terbayar dikarenakan keadaan pak apakah ada cara lain?

(Rani Hadisha, dari Palembang)


Jawaban:

Wa alaikumus salam Wr. Wb. Persoalan yang ibu dan suami itu dalam fikih (hukum Islam) dibahas dalam bab Ayman wa al-Nudzur (sumpah dan nazar).

Ucapan sebagai ekpresi dari suara dan tekad hati untuk menyantuni anak yatim/anak miskin di panti asuhan yang dikaitkan dengan kehamilan, dan ternyata ibu hamil, itu memenuhi syarat sebagai nazar. Nazar itu wajib dipenuhi atau dilaksanakan.

Tetapi, jika ekonomi keluarga ibu belum memungkinkan, kewajiban itu bisa ditunda sampai ekonomi keluara ibu-suami memungkinkan. Kondisi ekonomi tersebut tidak bisa menggugurkan kewajiban. Ini, karena masih ada harapan ekonomi ibu-suami bisa pulih dan membaik.

Saya sarankan ibu-suami -- dengan ekonomi 'seadanya'- untuk datang ke panti asuhan walaupun dengan santunan yang sangat minimalis. Dengan demkian, ibu terbebas dari beban kewajiban.

Jika ini ibu lakukan, Allah akan memudahkan jalan rizki keluarga ibu. Jika rizki "sudah lumayan" ibu datang lagi ke Panti Asuhan dengan santunan yang maksimal.

Semoga janin yang ibu kandung sehat, lahir selamat, dan akan menjadi dan salihah Insya Allah ibu-suami selalu bahaga. Amin. Wallahu a'lam.