​PT KAI Daop 9 Sosialisasi Rambu-Rambu Lalu Lintas

Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Yudi Indrawan
Jumat, 16 Oktober 2020 14:29 WIB

Salah satu bentuk sosialisasi yang dilakukan PT. KAI kepada pengguna jalan di daerah operasi (Daop) 9 Jember.

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Demi mencegah adanya kecelakaan lalu lintas di perlintasan kereta api, PT. Kereta Api Indonesia (KAI) melakukan sosialisasi kepada pengguna jalan di daerah operasi (Daop) 9 Jember.

Vice President Daop 9 Jember Agus Barkah Nugraha mengatakan, sosialisasi yang sudah dilakukan ini merupakan bentuk upaya pencegahan dan memberikan kesadaran kepada masyarakat, agar selalu menaati rambu-rambu lalu lintas.

"Jadi kesadaran masyarakat ini perlu dibangun, karena kalau akan melintasi perlintasan kereta api harus mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Sehingga kecelakaan lalu lintas di perlintasan kereta api bisa ditekan," ujarnya saat dikonfirmasi di PT. KAI Daop 9 Jember, Jumat (16/10).

Proses sosialisasi keselamatan tersebut menurutnya, sudah dilakukan di 10 titik sepanjang Daop 9 dari Pasuruan hingga Banyuwangi. Salah satu sosialisasi telah dilakukan di Kecamatan Rambipuji dengan memberikan brosur tentang imbauan.

"Sudah kita lalukan beberapa waktu lalu, dan kita sudah sampaikan kepada pengendara untuk lebih berhati-hati saat melintas di perlintasan kereta api. Kita juga bagikan brosur kepada pengendara yang akan melintas," imbuhnya.

Dengan banyaknya kecelakaan lalu lintas di perlintasan kereta api, Agus menegaskan bagi pengendara harus mengikuti rambu-rambu yang sudah terpasang dan tidak menerobos palang pintu kalau sudah hendak ditutup.

"Kalau sudah berbunyi dan palang pintu sudah mau menutup diharapkan pengendara mengurangi kecepatan dan berhenti hingga kereta melintas, jangan menerobos," tuturnya.

Agus menyampaikan, sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang ini akan terus berkesinambungan. Ia juga berpesan kepada masyarakat pengguna jalan agar selalu disiplin dan mengutamakan keselamatan.

“Dengan tertibnya masyarakat pengguna jalan dan peran optimal seluruh stakeholder, diharapkan keselamatan di perlintasan sebidang dapat terwujud. Sehingga perjalanan kereta api tidak terganggu dan pengguna jalan juga selamat sampai di tempat tujuan,” ungkapnya Agus. (jbr1/yud/ns)