​Tokoh Masyarakat dan FKUB Banyuwangi Deklarasi Tolak Anarkisme

Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Teguh Prayitno
Jumat, 16 Oktober 2020 20:58 WIB

Deklarasi menolak anarkisme di Banyuwangi.

BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Banyaknya aksi demonstrasi tolak omnibus law berujung anarkis di sejumlah wilayah tanah air, mengundang keprihatinan tersendiri bagi tokoh masyarakat dan tokoh lintas agama (FKUB) di Banyuwangi.

Untuk itu, guna mewujudkan keamanan dan ketertiban di Bumi Blambangan ini, mereka mendeklarasikan diri menolak aksi anarkisme di Gedung Rupatama Wira Pratama Polresta Banyuwangi, Jumat (16/10/2020).

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin, S.I.K. mengatakan, deklarasi ini menindaklanjuti penetapan UU Cipta Kerja (Omnibus Law) oleh DPR RI yang banyak mendapat penolakan dari kalangan mahasiswa, pelajar, dan buruh. Penolakan itu berakhir rusuh dan anarkis. “Unjuk rasa menyampaikan aspirasi itu boleh, tetapi anarkisme tidak boleh,” kata Kombes Pol Arman.

Untuk mengantisipasinya, pihaknya melibatkan seluruh elemen masyarakat untuk berkomitmen menjaga keutuhan dan kedamaian di Banyuwangi. “Mari kita bersama-sama menjaga kedamaian di Banyuwangi,” ajak Arman.

Apalagi, di kabupaten paling ujung timur di Pulau Jawa ini telah memasuki masa kampanye dalam tahapan pilkada di masa pandemi. Untuk itu, pihaknya juga mengajak seluruh peserta yang hadir agar selalu mematuhi protokol kesehatan demi suksesnya Pilkada Banyuwangi.

Sementara itu, Ketua MUI Banyuwangi Moh Yamin, Lc mengatakan, meskipun penyampaian pendapat ataupun aspirasi dilindungi konstitusi. Namun, ia berharap hal itu tidak dilakukan secara anarkis.

“Kami menolak cara-cara penyampaian aspirasi dengan cara anarkisme,” tegas Moh Yamin yang juga Ketua FKUB Banyuwangi.

Apalagi, lanjut Yamin, Banyuwangi akan punya gawe besar yakni perhelatan Pilkada Banyuwangi. “Untuk itu, kita berkumpul di sini untuk memastikan Banyuwangi agar selalu aman, damai, dan tenteram. Jangan sampai ada celah bagi mereka yang ingin memecah belah bangsa Indonesia,” ujarnya.

Yamin menambahkan, pihaknya juga menyayangkan keterlibatan pelajar dalam aksi demonstrasi akhir-akhir ini. Untuk itu, diperlukan peran serta orangtua dan guru untuk membimbing mereka agar fokus belajar demi masa depannya.

Di akhir acara, deklarasi menolak aksi anarkisme tersebut dibacakan secara bersama-sama oleh seluruh peserta yang hadir. (guh/ian)

Adapun isi deklarasi yang dibacakan sebagai berikut:

1. Menolak dan mengecam keras aksi anarkhisme dan sikap intoleransi dalam bentuk apapun jangan melakukan tindakan yg dapat merugikan diri sendiri.

2. Menolak berita Hoax dan aksi provokasi yang dapat memecah persatuan dan kesatuan Bangsa.

3. Berhati-hati dalam menyikapi berita yang beredar di media sosial. Saring dan pahami terlebih dahulu dan jangan mudah percaya terhadap berita yang belum jelas kebenarannya.

4. Terhadap perbedaan pendapat dalam UU Omnibus Law Cipta Kerja agar menempuh upaya jalur hukum.

5. Mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid 19,d an mari sukseskan Pilkada Banyuwangi 2020 yang aman, damai, demokratis dan sehat.