Polres Probolinggo Kota dan Ormas Gelar Deklarasi Damai Tolak Aksi Anarkis

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Sugianto
Jumat, 16 Oktober 2020 21:30 WIB

Sejumlah organisasi masyarakat dan kepemudaan teken deklarasi damai di gedung aula Polres Probolinggo Kota.

PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Maraknya unjuk rasa di seluruh Indonesia belakangan ini menjadi perhatian bagi jajaran Polres Probolinggo Kota. Jumat (16/10), Polres Probolinggo Kota menggelar deklarasi damai menolak aksi anarkis bersama sejumlah organisasi masyarakat dan kepemudaan di gedung aula Polres Probolinggo Kota.

“Menyampaikan pendapat di muka umum itu memang diatur oleh Undang-Undang Namun demikian, menyampaikan pendapat di muka umum bukan berarti mengeyampingkan ketertiban umum. Apalagi sekarang masih menghadapi pandemi Covid-19, sehingga bisa menjadi klaster baru nantinya,” tegas Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Ambariyadi Wijaya.

“Kita bukan menghalang-halangi masyarakat yang hendak menyampaikan aspirasinya. Namun menyampaikan pendapat di muka umum itu ada batasannya berupa menghormati hak orang lain juga,” tandasnya.

Dalam deklarasi tersebut, hadir juga Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Probolinggo, Moch Maskur.

Melihat kondisi unjuk rasa yang telah melibatkan pelajar itu, pihaknya mengaku sudah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak.

“Siswa memang berhak mendapatkan pendidikan politik, namun bukan berarti harus ikut politik praktis dan ikut berdemo,” tandasnya.

Itulah sebabnya, dia menekankan kepada semua pihak sekolah agar melakukan pengawasan secara ketat terhadap para siswanya. “Kalau ada siswa yang ketahuan ikut-ikutan berdemo, pihak sekolah harus memberikan sanksi tegas,” katanya. (prb1/rev)