Pembangunan TPA Wonokerto Kabupaten Pasuruan Sudah Capai 65 Persen

Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Ahmad Habibi
Sabtu, 17 Oktober 2020 12:04 WIB

Pembangunan IPAL yang membutuhkan perhatian serius dan kecermatan.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Pembangunan TPA Wonokerto di Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan yang dikerjakan tiga kontraktor yakni PT. Era Jaya Wijaya, PT. Mustika Berlian Istimewa dan CV. Kawan Konstruksi (KSO) sudah mencapai 65 persen memasuki minggu ke-9. Hal ini disampaikan Muhammad Munandar, Estimator dari PT Era Jaya Wijaya.

Untuk membangunan TPA Wonokerto ini, Pemkab Pasuruan menggelontorkan anggaran sebesar Rp 17 miliar dari dana DBHCHT. Anggaran tersebut sesuai perencanaan digunakan untuk membangun 18 item fisik, yakni pembangunan gapuro pintu masukTPA, drainase jalan dan pagar, pembangunan jembatan (lanjutan) ke arah TPA, pembangunan pos jaga, peningkatan jalan ke oprasional TPA dan drainase menuju TPA.

Selain itu, juga untuk pembangunan jembatan timbang dan kantor, pemeliharaan kontor, pembangunan pagar danTPT saluran, gudang alat berat garasi truk, garasi alat berat, tempat cuci alat berat, IPA (lanjutan) pembangunan musala, ruang edukasi, serta pengeboran dan tandon air.

Pantauan BANGSAONLINE.com di lapangan menyebutkan, beberapa pengerjaan fisik progresnya hampir selesai. Seperti pengerjaan akses jalan menuju TPA dan pengerjaan garasi gudang ada alat berat. Bahkan ada pekerjaan yang sudah rampung, yakni pengerjaan TPT di sisi timur dan pemasangan u-ditch.

"Fokus kita pada minggu ini menyelesaikan pengerjaan pengerasan jalan dengan beton rigid dan pemasangan atap. Tujuannya bila hujan turun tidak akan mengganggu aktifitas pekerjaan," jelas Munandar.

Menurutnya, dari 18 item pengerjaan yang ada di TPA Wonokerto, mayoritas banyak yang sudah selesai. Pekerjaan yang memang membutuhkan perhatian serius adalah di pengerjaan IPAL yang ada di sisi utara. Selain volume pekerjaan besar, bangunannya kontruksi sedikit rumit karena menggunakan beton cor.

Dinas bersama dengan kontraktor dan pengawas setiap minggu melakukan rapat kordinasi untuk mengevaluasi secara priodik seluruh pekerjaan. Sisa watu yang ada akan dioptimalkan untuk mengelesaikan pekerjaan yang progresnya masih belum on target. Waktu pengerjaannya sendiri sebenarnya hanya 3 bulan. (bib/par/ns)