Tingkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Pelaku UKM, Diskomidag Trenggalek Gelar Pelatihan Vokasi

Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Herman Subagyo
Jumat, 23 Oktober 2020 14:39 WIB

Pelatihan vokasi atau keterampilan membuat aneka kue di BBI Trenggalek. (foto: HERMAN/ BANGSAONLINE)

TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku usaha mikro, Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskomidag) Kabupaten Trenggalek menggelar pelatihan vokasi atau keterampilan membuat aneka kue di Gedung Balai Benih Ikan Trenggalek, Jumat (23/10/2020).

Kepala Bidang Koperasi Dinas UKM dan Perdagangan Kabupaten Trenggalek, Saniran dalam keterangannya menyampaikan pelatihan ini digelar mulai tanggal 20 Oktober hingga 23 Oktober 2020.

Dalam pelatihan vokasi ini, bahan baku yang digunakan untuk membuat aneka kue berasal dari sumber daya alam lokal yang berada di seputar Kabupaten Trenggalek. Selain itu, pihaknya juga mendatangkan Chef Teguh Adi Prabowo yang merupakan 7 Besar Master Chef RCTI beberapa tahun lalu.

"Kami mendatangkan narasumber dari Puspa Guna Craft Surabaya yaitu Chef Teguh Adi Prabowo. Beliau merupakan pelaku UKM yang telah sukses mengembangkan UKM di Jawa Timur," kata Saniran.

Dikatakan oleh Saniran, materi yang diberikan pada pelatihan kali ini meliputi pengetahuan tentang manajemen usaha, manajemen pemasaran, dan membangun jejaring.

Selain itu, kata dia, juga diberikan materi keterampilan cara membuat kue dan minuman, antara lain abon cakalang, fla durian, sandwich goreng, bolu kering, pastel, cream cheese, pie apel goreng, stik durian, tiramisu mochaccino, puding mochaccino, es krim fla durian, dan lain lain.

"Di samping itu, kami juga bekerja sama dengan Dinas DPMPTSP (Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) untuk memfasilitasi peserta pelatihan dalam pengurusan izin usaha mikro dan kecil ke Online Single Submission atau OSS, sehingga semua peserta pelatihan mempunya izin usaha mikro," terangnya.

Kepala Dinas UKM dan Perdagangan Kabupaten Trenggalek, Agus Setiyono mengatakan, dengan adanya pelatihan kali ini diharapkan terjadi link and match antara bantuan modal usaha yang telah diberikan pemerintah dengan pengembangan usaha para pelaku usaha mikro.

"Sehingga dana tersebut benar-benar digunakan secara produktif, untuk meningkatkan pendapatan mereka," ujarnya.

Sementara itu, Yayuk Budi Winarno dari Koperasi Wanita Mawar asal Desa Widoro Kecamatan Gandusari yang menjadi salah satu peserta pelatihan dalam vokasi itu mengaku senang bisa menjadi bagian dari pelatihan tersebut.

"Pelatihan seperti ini benar-benar dibutuhkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Kami berharap semoga produk yang kami buat ini bisa dipasarkan dengan mudah nantinya," ucapnya. (man/zar)