Disperindag Jatim Sidak Apel Impor

Editor: Revol
Wartawan: Nisa
Selasa, 03 Februari 2015 23:41 WIB

Apel-apel ini dinyatakan lolos dalam sidak Disperindag Jatim. Kadisperindag Jatim menunjukkan hasil uji lab apel. [foto:nisa/BangsaOnline]

SURABAYA (BangsaOnline) - Maraknya isu-isu tentang apel impor dari USA yaitu apel Granny Smith dan apel Royal Gala yang mengandung bakteri Listeria Monocytogenes, membuat Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur melakukan sidak.

Sidak dilakukan di beberapa tempat yang disinyalir terdapat penjualan apel Granny Smith dan Royal Gala dari USA. Di antaranya Ranch Market di Jalan Basuki Rachmad, Hero Tunjangan Plaza Jalan Basuki Rachmad, PT Laris Manis Utama (Distributor-Import-Export), Distributor Aneka Buah Tanjung Sari, Toko Buah Hokky di Jalan Panglima Sudirman, UD Godong di Jalan Achmad Jais (pengecer), UD Harum Manis di kawasan Ngagel, dan Carrefour di Jalan Ahmad Yani.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim, Warno Harisasono mengatakan, berdasarkan UU 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen, pada pasal 8 ayat l (a) dinyatakan bahwa pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/Jasa yang tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang-undangan dan akan dikenakan sanksi Pidana kurungan 5 tahun atau denda Rp 2 miliar.

“Di Ranch Market telah dilakukan penurunan buah impor Apel Royal Gala USA (41 Kg) dan Granny Smith (36 Kg) dari rak display disaksikan oleh pemilik dan petugas untuk tidak diperjual belikan sesuai dengan Surat dari Direktorat Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen,” terang Warno kepada wartawan di kantornya, kemarin (3/2).

Sementara di distributor Aneka Buah Tanjung Sari tak ditemukan apel impor dari California
(apel Granny Smith dan apel Royal Gala). Di gudang penyimpanan apel hanya terdapat apel Top-Red dari Washington dan apel asal China. Sementara di PT Laris Manis Utama (Export-Import & Distributor) ada informasi bahwa pemesanan apel Granny Smith dan apel Royal Gala dari USA tidak begitu baik (kurang peminat).

“Kalah dengan apel dari China. Sedangkan distribusi ke ritail modern telah dilakukan empat bulan yang lalu, tepatnya pada bulan Oktober 2014. Kalaupun ada ditemukan di ritail modern itu sisa stock lama. Dan sebagai distributor PT Laris Manis Utama sejak bulan Januari 2015 sudah tidak mengimpor kedua buah tersebut,” urai Warno.

Sementara empat pengecer UD Godong di Jalan Achmad Jais sudah tidak menjual apel Granny Smith dan apel Royal Gala USA setelah ada berita di media masa. Sedangkan sisa stok lama disimpan digudang sebanyak 65 karton masing-masing 18 Kg menunggu sampai ada tindak lanjutnya dari pemerintah.

“Kalau di Carrefour Jalan A Yani, dengan adanya isu-isu di media massa juga berita di media cetak maka semenjak itu sudah tidak menjual apel Granny Smit dan apel royal Gala dari USA, hanya di gudang ditemukan Royal Gala USA (10 Kg) dan Granny Smith (4 Kg) stock lama untuk tidak dijual. Petugas pembeli contoh IKg untuk apel Granny Smith dan l Kg apel Royal Gala untuk diuji,” tandasnya. (nis/dur)