Seguri Local Guppy Contest 1, Juara Pertama Diraih Peserta Asal Surabaya

Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Muji Harjita
Senin, 23 November 2020 11:35 WIB

Ketua DPRD Kabupaten Kediri, Dodi Purwanto (kiri) saat menyerahkan piala juara pertama kepada pemenang dari Surabaya didampingi oleh Yakup Bastian, Ketua Sentra Guppy Kediri. (foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE)

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pandemi Covid-19 yang masih terjadi sampai saat ini, ternyata tidak menyurutkan langkah para pecinta ikan hias guppy untuk terus membudidayakan ikan hias air tawar itu. Bahkan, para pecinta ikan guppy di Kediri yang tergabung dalam wadah Sentra Guppy Kediri (Seguri), berani menggelar kontes ikan guppy yang pertama di wilayah Kediri.

Event bertajuk Seguri Local Guppy Contest 1 yang digelar di Markhas Kuliner Simpang Lima Gumul di Jalan Raya Kediri-Pare Desa Gogorante, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Minggu (22/11/2020) itu, dikuti para pencinta guppy dari Kediri, Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Jombang, Mojokerto, Nganjuk, Tulungagung, Blitar, Malang, dan Trenggalek.

Yakup Bastian, Ketua Sentra Guppy Kediri menjelaskan, meski kontes ini bersifat lokal, namun para pecinta ikan guppy dari berbagai daerah juga hadir dan ikut kontes pertama yang dilaksanakan Seguri.

"Bahkan pecinta ikan guppy dari luar Jawa, juga ada yang mengirimkan ikan guppy-nya untuk ikut lomba, termasuk para pecinta ikan guppy dari kota-kota di Jawa Tengah," kata Yakup.

Menurut Yakup, setelah dilakukan penilaian oleh tim juri, untuk juara pertama atau the best contest diraih oleh peserta dari Surabaya.

"Ada beberapa jenis ikan guppy yang dikonteskan seperti ikan guppy Albino Full Red (AFR), Albino Full Platinum (AFP), Half Black Blue (HB BLUE), Half Black Red (HB RED), mini panda, Platinum Red Tail Big Ear (PRTBE), dan semuanya ada penilaiannya sendiri-sendiri," terang Yakup.

Ditambahkan oleh Yakup, dengan diadakan kontes ini, diharapkan semakin memacu semangat pecinta ikan guppy untuk membudidayakan ikan guppy di tengah pandemi, karena terbukti di saat sejumlah usaha gulung tikar, justru budi daya ternak ikan guppy semakin menjanjikan.

Harga ikan guppy, lanjut Yakup, dijual dengan harga antara Rp 50.000-100.000 per pasang dengan mengacu pada kualitas jenis ikannya. Bahkan untuk yang juara, harganya bisa melambung, mencapai Rp 1 juta untuk satu ekor saja, seperti ikan juara di kontes di Kediri ini.

"Peluang bisnis ikan guppy ini sangat menjanjikan, permintaan dari luar negeri juga terus mengalir seperti dari Singapura dan Vietnam," ujar pria gondrong yang juga seorang Jurnalis KSTV Kediri itu.

Sindu Bayu Permana, Juri Kontes Ikan Guppy yang didatangkan dari Magetan menjelaskan bahwa penilaian menggunakan standar yang ada di Indonesia. Ikan dinilai dari ekor, corak, dan kelincahannya.

"Harapan kami, ke depan di Kabupaten Kediri ada kontes yang lebih luas cakupannya, bisa nasional bahkan internasional," kata Sindu.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Kediri, Dodi Purwanto usai menyerahkan piala juara pertama mengatakan bahwa kontes ini hal yang patut direspons dengan baik. Menurut Dodi, saat pandemi ini roda perekonomian harus tetap bergerak tidak boleh stagnan.

"Dengan adanya kontes ini, tentu akan mendorong para pembudi daya ikan guppy untuk terus mengembangkan usahanya. Tadi disampaikan oleh ketua panitia, katanya sudah ada pembudi daya ikan guppy di Kabupaten Kediri yang telah berhasil mengekspor ikan guppy ke Singapura dan Vietnam. Itu hal yang patut dibanggakan," ujar Dodi.

Ditambahkan oleh Dodi, Kabupaten Kediri adalah sentra budi daya ikan hias dari koi, cupang, dan guppy, maka harus ada pembinaan dari Pemkab Kediri dalam hal ini dari Dinas Perikanan agar ada bibit-bibit bagus yang bisa diambil dan dikembangkan di Kabupaten Kediri, sehingga kualitas ikan hias Kabupaten Kediri semakin baik. (uji/zar)