​KPU Gelar Debat Pamungkas Pilbup Kediri 2020

Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Muji Harjita
Selasa, 01 Desember 2020 22:19 WIB

Pasangan Cabup-Cawabup, Dhito-Dewi saat debat ke tiga. foto: ist.

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Debat ketiga atau debat terakhir pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kediri di Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kediri tahun 2020 digelar di Hotel Insumo Palace, Jalan Urip Sumoharjo, Kelurahan Kaliombo, Kecamatan Kota, Kota Kediri, Selasa (1/12/20), pukul 19.00 WIB.

Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kediri tahun 2020 hanya terdapat satu pasangan calon (paslon), yakni Cabup Hanindhito Himawan Pramono dan Cawabup Dewi Mariya Ulfa. Dengan demikian, debat juga hanya diikuti Pasangan Cabup-Cawabup, Dhito-Dewi.

Komisioner Divisi SDM dan Parmas KPU Kabupaten Kediri, Nanang Qosim mengungkapkan bahwa Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik menjadi tema debat publik ketiga yang digelar KPU Kabupaten Kediri kali ini.

Nanang menjelaskan, sub tema debat ketiga ini di antaranya, Kebijakan Bidang Hubungan Lembaga Vertikal dan Lembaga Horizontal, Kebijakan Bidang Manajemen Pemerintahan Efektif, Efisien, Akuntabel, dan Transparan.

Kebijakan Bidang Pencegahan Korupsi, Kebijakan Bidang Manajemen dan Sistem Partisipasi Masyarakat dalam Pengawasan Pemerintahan, Kebijakan Bidang Pelayanan Publik dan Implementasinya, serta Kebijakan Bidang Manajemen Organisasi Pemerintahan Daerah.

Untuk tim panelis, KPU Kabupaten Kediri menghadirkan Dian Fericha (akademisi), Kukuh Budi Mulya (akademisi), Muflihul Hadi (Ombudsman RI Perwakilan Jatim), Iskandar Tsani (akademisi), Yana S Hijri (akademisi).

Ketua KPU Kabupaten Kediri, Ninik Sunarmi dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat Kabupaten Kediri. Karena sampai detik ini, pelaksanaan tahapan pemilihan berjalan dengan baik dan lancar. Hal ini merupakan salah satu indikator untuk suksesnya pemilihan menuju 9 Desember 2020.

"Untuk itu, izinkan kami untuk menyampaikan salam terbaik kepada seluruh tokoh agama, seluruh tokoh masyarakat, pemerintah daerah, DPRD Kabupaten Kediri, LSM, kawan-kawan media, para petani, pedagang dan seluruh elemen masyarakat Kabupaten Kediri yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu," kata Ninik.

Ninik menambahkan bahwa malam ini adalah debat publik yang ketiga, disebut juga sebagai debat pamungkas karena yang terakhir. Hal ini sesuai dengan PKPU nomor 4 tahun 2017 tentang kampanye. Debat ini sebagai sarana masyarakat untuk lebih tahu terkait dengan visi misi pasangan calon yang nantinya bisa dijadikan pertimbangan masyarakat Kabupaten Kediri dalam menentukan pilihan.

"Kesuksesan dan keberhasilan pemilihan bupati ini adalah tanggung jawab kita bersama. Untuk itu, saya mengajak kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kediri untuk hadir di TPS (Tempat Pemungutan Suara), jangan golput apapun pilihannya tentukan dengan sebaik-baiknya," pungkasnya. (uji/ian)