Korban Ditusuk Pakai Pisau Lalu Diikat, Perampokan di Kedensari Sidoarjo Resahkan Warga

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Catur Andy Erlambang
Rabu, 02 Desember 2020 01:05 WIB

Polisi mengamankan tali berlumuran darah yang digunakan untuk mengikat korban.

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Ketenangan warga Dusun Nggodog, Desa Kedensari, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo terusik dengan peristiwa perampokan disertai penusukan di RT 11 RW 04 desa setempat, Selasa (01/12/2020).

Menurut informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa penusukan itu bermula dari korban, yakni Moch Nur Kholis dan Moh Saikhuddin, yang keduanya asal Malang, tidur di rumah milik Salam Setyo Efendi.

Tiba-tiba, kedua korban dibangunkan oleh empat orang laki-laki yang tak dikenal sambil membawa senjata tajam jenis pisau. Saat bangun, keduanya hendak diikat para pelaku. Tak pelak, korban berontak sehingga korban Moch Nur Kholis terkena sabetan pisau tersebut.

Sementara korban Moh Saikhuddin terkena tusukan pisau di bagian punggung kiri. Karena tak bisa berbuat banyak, akhirnya kedua korban diikat terpisah menggunakan tali.

Kemudian dengan leluasa, para pelaku mengambil tiga buah handphone milik kedua korban yang diletakkan di dalam kamar. Setalah itu, para pelaku kabur lewat pintu depan.

Kapolsek Tanggulangin AKP E. Wira membenarkan peristiwa itu. Pihaknya yang telah mendapat laporan, langsung mendatangi lokasi kejadian dan menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Benar, kami sudah melakukan olah TKP dan mencari keterangan dari beberapa saksi dan korban. Sedangkan barang bukti yang diamankan berupa tali berlumuran darah, empat sandal milik pelaku, flasdisk hasil rekaman CCTV, dan sebuah pisau dapur," kata Wira.

Wira menambahkan, tiga handphone yang berhasil digondol para pelaku di antaranya merk Xiaomi Redmi Note 7, Oppo A37f, dan Xiaomi Redmi Note 5. "Kerugian sekitar Rp 4,7 juta. Pelaku masih dalam pengejaran," pungkasnya. (cat/rev)