Bela Rizieq Shihab, Massa Geruduk Ibunda Mahfud MD di Pamekasan, Banser Siap Jaga

Editor: MMA
Rabu, 02 Desember 2020 01:05 WIB

Ibunda Mahfud MD, Siti Khotijah, duduk di kursi. Firman Syah Ali, keponakan Menko Polhukam Mahud MD sungkem. foto: istimewa/ bangsaonline.com

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Sejumlah massa mengatasnamakan Umat Islam Pamekasan mendatangi rumah Siti Khotijah, ibunda Menko Polhukam Mahfud MD di Pamekasan Madura, Selasa (1/12/2020). Mereka berteriak-teriak minta Mahfud MD keluar.

“Titip Habib Rizieq, Fud,” teriak mereka. “Habib Rizieq jangan ditangkap, Fud,” katanya.

“Warga Pamekasan tidak terima pemanggilan Habib Rizieq oleh polisi,” kata para pendemo itu.

“Kenapa sih polisi ngurusi Habib Rizeq terus, kayak gak ada kerjaan,” kata mereka. 

Aksi itu dilakukan mereka setelah aksi massa di Mapolres Pamekasan. Mereka tidak terima karena Rizieq Sihab diperiksa oleh Polda Metro Jaya.

Ketua PC GP Ansor Pamekasan Syafiuddin mengaku kecewa. Apalagi mereka mengatasnamakan umat Islam Pamekasan.

(Para Banser Kabupaten Pamekasan siap jaga rumah ibunda Mahfud MD. foto: istimewa)

“Ibunda Pak Mahfud MD sudah sangat sepuh. Berusia hampir 100 tahun,” kata Syafiuddin.

Ia menilai, massa aksi itu tidak tahu etika dan tidak punya rasa kemanusiaan. Apalagi mengatasnamakan umat Islam. "Orang tua Pak Mahfud tidak tahu apa-apa. Seharusnya kita welas asih dan menghargai beliau," katanya lagi.

Syafi' - panggilan Syafiuddin - mengatakan, Mahfud MD salah satu putra terbaik Madura. “Potensi Madura seharusnya dijaga marwahnya, dikawal perjalanan khidmatnya terhadap bangsa dan negara, bukan malah diperlakukan seperti ini,” katanya.

(Menko Polhukam Mahfud MD. foto: Kemko Polhukam)

Dia akan menggerakkan Satkorcab Banser Pamekasan untuk menjaga rumah ibunda Menkopolhukam tersebut. "Kami warga NU sangat menghargai kontribusi beliau terhadap bangsa, negara, Islam, NU, dan Madura. Untuk itu Banser akan menjaga kediaman Ibunda Pak Mahfud," ungkapnya.

Sementara Mahfud MD tak terima ibunya diganggu. Dalam cuitannya di Twitter, Mahfud MD mengaku tak pernah menindak orang yang menyerang pribadinya. "...karena khawatir egois dan sewenang-sewenang karena saya punya jabatan," katanya.

Mahfud mengaku siap menindak kasus yang tak merugikan pribadinya. Namun kali ini yang dirugikan bukan Menko Polhukam, tapi ibundanya.

"Saya siap tegas untuk kasus lain yang tak merugikan saya. Tapi kali ini mereka mengganggu ibu saya, bukan Menko Polhukam," tegasnya. (tim)