BHS-Taufiq Gagas Transportasi Publik Geliatkan Pasar Induk Puspa Agro

Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Mustain
Kamis, 03 Desember 2020 08:50 WIB

MENYAPA: Cabup Bambang Haryo Soekartono (BHS) berbincang dengan pedagang di Pasar Induk Puspa Agro, Rabu (2/12). foto: MUSTAIN/ BANGSAONLIINE

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Keberadaan Pasar Induk Puspa Agro di Desa Jemundo Kecamatan Taman mendapat perhatian dari Cabup Sidoarjo 2020 Bambang Haryo Soekartono (BHS).

Politikus Partai Gerindra ini menyiapkan sejumlah gagasan agar pasar induk terbesar di Indonesia Timur ini bisa bergeliat dan semakin berkembang.

Saat ini kondisi pasar tersebut sepi pengunjung sehingga banyak stan tutup. Nah, salah satu rencana BHS saat nantinya diamanahi memimpin Kabupaten Sidoarjo, akan menyiapkan akses transportasi publik menuju ke Pasar Induk Puspa Agro.

"Pasar Puspa Agro ini walaupun milik Pemprov (Pemprov Jatim), tapi juga bisa dimanfaatkan untuk masyarakat Sidoarjo. Jadi nanti yang dibutuhkan adalah akses transportasi publik menuju ke tempat ini," cetus BHS saat mengunjungi Pasar Induk Puspa Agro, Rabu (2/12) sore.

Kata BHS, fasilitas transportasi publik misalnya berupa armada Lin ini, bakal juga disiapkan untuk sejumlah pasar-pasar tradisional milik Pemkab Sidoarjo.

"Jadi nanti ada jadwal tepat waktu untuk menuju pasar-pasar itu, termasuk Pasar Puspa Agro,"urai mantan anggota DPR RI periode 2014-2019 ini.

Ditegaskan BHS yang berpasangan dengan Cawabup M Taufiqulbar, nantinya Pemkab Sidoarjo juga siap berkolaborasi dengan Pemprov Jatim, untuk membuat tambahan akses jalan yang akan terhubung dengan jalan nasional dan jalan tol.

"Jadi nanti kita buka akses jalan yang tembus ke jalan tol. Saya akan bicara dengan Jasa Marga untuk membuat exit tol menuju Puspa Agro. Sehingga exit tol di Sidoarjo yang sekarang ini tiga, bisa menjadi empat. Dan ini masuk akal karena Surabaya itu, exit tolnya sekitar enam," jlentreh BHS.

Menurut alumnus ITS Surabaya ini, Pasar Induk Puspa Agro layak menjadi pasar percontohan, salah satunya karena kondisinya cukup bersih. Bahkan, tegas BHS, harusnya Pasar Induk Puspa Agro sudah menjadi pasar berstandar nasional Indonesia (SNI).

Namun, pasar tersebut diantaranya belum dilengkapi tempat penitipan anak, poliklinik dan musala yang layak. Selain itu, Pasar Induk Puspa Agro juga perlu dilengkapi fasilitas perbankan, untuk para pedagang dan pengunjung pasar.

Sementara itu, salah satu pedagang sayur, Lutfi, berharap pemerintah mencari cara agar kondisi Pasar Puspa Agro bisa ramai dikunjungi pembeli.

"Kami ingin dibangun jalan lagi menuju ke sini. Sehingga warga perumahan yang banyak di sekitar sini, bisa datang berbelanja," ungkapnya, Rabu (2/12).

Lutfi mengakui Pasar Puspa Agro kondisinya sepi dalam beberapa tahun terakhir. Dia mengaku bisa bertahan untuk tetap berjualan di Pasar Puspa Agro, karena dia juga membuka lapak di pasar krempyeng di kawasan Taman.

"Kalau barang dagangan (sayuran) hanya saya jual di sini, saya rugi, karena sepi pembeli. Sedangkan sayuran kan mudah busuk. Sehingga saya jual lagi di tempat lain," ungkap pedagang yang sudah berjualan beberapa tahun di Pasar Induk Puspa Agro ini. (sta/ns)