Lomba Cipta Karya Teknologi Tepat Guna, Munculkan Ide dan Inovasi Baru untuk Masyarakat

Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Muji Harjita
Jumat, 04 Desember 2020 15:31 WIB

Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno. (foto: kominfo)

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Lomba Cipta Karya Teknologi Tepat Guna (TTG) kembali digelar oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPMPD) Kabupaten Kediri. Perlombaan yang sudah digelar kedua kalinya ini menghasilkan inovasi-inovasi baru yang sangat bermanfaat untuk masyarakat.

Lomba tersebut berlangsung selama dua hari, yaitu pada tanggal 4-5 November 2020. Pesertanya berjumlah 30 kontestan terdiri dari pelajar SMA, SMK, mahasiswa, dan masyarakat umum.

"Antusias pendaftar sangat luar biasa, namun karena masih dalam kondisi Covid-19, kita batasi hanya 30 peserta saja," terang D. Sampurno, Kepala DPMPD Kabupaten Kediri.

Dijelaskan oleh D. Sampurno, lomba ini dilaksanakan dalam rangka membangun dan membangkitkan kreativitas anak-anak muda di Kabupaten Kediri sehingga tercipta karakter yang betul-betul bisa berkreasi dan berinovasi dalam rangka mengatasi masalah dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan program unggulan DPMPD dalam rangka menggali potensi berkarya dan berkreativitas serta berinovasi dalam rangka mengembangkan ilmu dan teknologi. Harapannya bisa membantu masyarakat dalam memanfaatkan teknologi tepat guna tersebut pada segala sektor seperti pertanian, UMKM, dll.

Penyerahan hadiah lomba dilaksanakan pada Rabu (2/12/2020) lalu, dan dihadiri oleh Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno. Dalam sambutannya, beliau mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini adalah agar muncul kreativitas dari para pemuda.

"Tidak berhenti sampai di sini, nanti dinas kominfo akan membantu menginformasikan masing-masing alat melalui media sosial untuk promosi dan pemasaran. Dengan harga terjangkau alat tersebut bisa diproduksi banyak. Jika produk sudah dipasarkan, harus sudah siap jika nanti ada yang memesan, harganya juga harus disiapkan," pesan Bupati Kediri.

"Dulu ada alat untuk memudahkan nanam jagung, tahun ini sudah beda lagi. Tahun depan pasti juga ada inovasi baru lagi yang lebih bagus. Kita pernah ikut lomba tingkat nasional membawa satu produk, menurut saya lebih baik lomba dilakukan di Kabupaten Kediri dan diikuti oleh puluhan peserta. Dengan begitu bisa kita lihat hasilnya, banyak inovasi yang bermanfaat untuk masyarakat," pungkas Bupati Kediri.

Sebagai informasi, kriteria penilaian Lomba TTG meliputi kreativitas, efisiensi produksi, dan bahan baku yang murah namun memiliki nilai manfaat tinggi. Adapun juara pertama mendapatkan uang pembinaan Rp 10 juta, kedua Rp 8 juta, ketiga Rp 7 juta, juara 4 mendapatkan Rp 6 juta, juara kelima Rp 5 juta, dan juara keenam Rp 4 juta rupiah. (adv/kominfo)