Pembuat Mobil di Indonesia Anggap Jokowi Bertempur di Wilayah Sendiri

Sabtu, 07 Februari 2015 19:49 WIB

Foto: detik.com

BangsaOnline - Rencana untuk membuat mobil nasional (mobnas), pemerintah Indonesia dengan PT Adiperkasa Citra Lestari menggandeng produsen mobil asal Malaysia, Proton. Padalah Indonesia punya banyak pembuat mobil-mobil nasional.

Menurut Presiden Direktur PT Fin Komodo, Ibnu Susilo selaku pembuat mobil nasional, pemerintah itu seharusnya membangkitkan rasa nasionalisme dengan mengajak putra bangsa sendiri dalam membuat dan memajukan mobil nasional. Bukan malah menggandeng perusahaan asing.

"Kalau seperti ini, pemerintah membuat pertempuran sendiri di wilayahnya sendiri. Harusnya, pertempuran itu di wilayah orang lain dan kita jadi penikmat hasilnya. Bukan seperti ini caranya," tegas Ibnu saat dihubungi detikOto, Sabtu (7/2/2015).

Ibnu menambahkan, mengajak perusahaan asing dalam membuat mobil nasional itu tidak akan membuat bangsa Indonesia mejadi maju dan berkembang.

"Kalau mau membesarkan bangsa sendiri ya harus berpihak kepada bangsanya sendiri, bukan dengan mengembangkan perusahaan asing di Indonesia," tuntasnya.

Lalu, bagaimana dengan nasib mobil Esemka yang sebelumnya juga didukung oleh Jokowi?

Menurut Direktur Pelayanan dan Pengembangan, PT Solo Technopark, Gampang Sarwono, keputusan yang sudah diambil oleh Jokowi cukup baik. Pihaknya menilai dalam mengembangkan mobnas memang harus menggandeng produsen otomotif yang sudah profesional.

"Pak presiden punya kebijakan tersendiri yang pastinya sudah dipertimbangkan dari berbagai aspek. Beliau (Jokowi) memilih Proton pasti sudah mengetahui teknologi dan lain sebagainya itu sudah bagus. Untuk kami itu tidak apa-apa," tutur Gampang saat dihubungi detikOto, Sabtu (7/2/2015).

Lalu, kenapa Jokowi tidak memilih Esemka yang sebelumnya digembor-gemborkan untuk menjadi mobil nasional?

Menurut Gampang, menggandeng Proton dalam mengembangkan mobil nasional mungkin sebagai langkah awal untuk bisa memajukan industri otomotif nasional. Kedepannya diharapkan mobil seperti Esemka ini bisa menjadi mobil nasional.

"Sekarang mungkin sedang mencari partner dulu. Kedepannya kan bisa saja yang lainnya ikut menjadi mobil nasional," katanya.

 

sumber : detik.com