Janda di Jombang yang Tewas di Warung, Diduga Korban Pembunuhan dan Perampokan

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Aan Amrulloh
Senin, 21 Desember 2020 14:00 WIB

Tempat kejadian perkara warung milik korban yang dipasang garis polisi. foto: AAN AMRULLOH/ BANGSAONLINE

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Tewasnya seorang janda di warung miliknya yang berada di Desa Wuluh, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, pada Minggu (20/12) kemarin sore, diduga merupakan korban perampokan.

Hal itu dikuatkan dengan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh petugas dari Polres Jombang serta keterangan dari beberapa saksi, termasuk anggota keluarga korban, yakni anak semata wayangnya.

“Secara keseluruhan kita lakukan olah TKP semua, dan kita lakukan autopsi hari ini. Semoga hari ini ada petunjuk,” ujar Kanit Resmob Satreskrim Polres Jombang, Aiptu Eko Sudarto saat diwawancarai di lokasi kejadian, Senin (21/12/20).

Dari hasil pemeriksaan, lanjut Eko, pihaknya mendapati bahwa korban kerap mengenakan perhiasan emas saat berjualan di warung. Namun, perhiasan berupa cincin dan gelang emas yang biasa digunakan janda paruh baya tersebut telah raib saat ditemukan tewas.

“Untuk sementara yang kita temukan di TKP, gelang dan cincin sudah tidak dikenakan oleh korban. Saat ini kita lakukan penyelidikan terlebih dahulu agar terang perkara ini,” jelasnya.

Saat disinggung terkait dugaan apakah korban meninggal karena dibunuh dan harta bendanya dirampok, Aiptu Eko mengatakan pihaknya belum bisa memastikan. “Kita masih dalami dulu, apakah tewasnya korban ini berkaitan dengan tindakan perampokan atau bukan,” pungkas Eko.

Sebelumnya, korban yang bernama Waras (53), seorang janda asal Desa Wuluh, Kecamatan Kesamben, Jombang ditemukan tewas di dalam warungnya. Dengan kondisi tergeletak di atas ranjang serta terdapat luka di kepala diduga akibat benda tumpul. (aan/rev)