Operasi Gabungan di Perbatasan Trenggalek - Tulungagung, Pengendara Di-rapid Test Antigen

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Herman Subagyo
Kamis, 24 Desember 2020 14:19 WIB

Bupati Trenggalek Moch. Nur Arifin didampingi Kapolres Trenggalek dan jajaran terkait saat melakukan pemantauan operasi gabungan di perbatasan Trenggalek - Tulungagung. foto: HERMAN/ BANGSAONLINE

TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Bupati Trenggalek Moch. Nur Arifin didampingi Kapolres Trenggalek AKBP. Dony Sembiring beserta jajaran terkait memantau langsung pelaksanaan operasi gabungan di perbatasan Trenggalek - Tulungagung, tepatnya di Puskesmas Baruharjo Kecamatan Durenan, Kamis (24/12).

Arifin mengatakan bahwa tujuan operasi gabungan kali ini ada dua, yakni operasi yustisi untuk penegakan protokol kesehatan dan mitigasi risiko penyebaran Covid-19 di Kabupaten Trenggalek. Dalam operasi ini, petugas juga melakukan rapid test antigen kepada para pelaku perjalanan secara acak. 

"Pelaksanaan random sampling rapid antigen ini kepada para pelaku perjalanan yang masuk ke kabupaten Trenggalek, yang memiliki tujuan menetap di Kabupaten Trenggalek untuk beberapa waktu selama libur Natal dan Tahun Baru," kata Arifin.

Dalam satu hari, operasi gabungan ini akan melakukan rapid test antigen secara acak terhadap 50 hingga 100 orang.

Bila ada pengendara yang hasil rapid test antigen-nya dinyatakan reaktif, maka ia akan langsung dikarantina atau diminta kembali ke kota asal.

"Kalau mereka reaktif, terus kemudian mereka menggunakan kendaraan umum, maka ya harus dikarantina dan harus dipisahkan dari para pelaku perjalanan yang lain," ujar Arifin.

Namun jika ada dalam satu mobil pribadi ada yang reaktif, petugas akan memberikan dua opsi, yakni meminta yang bersangkutan untuk kembali pulang ke kota asalnya atau dikarantina di tempat yang telah disediakan oleh Pemkab Trenggalek.

"Kalau lintas daerah kita akan koordinasi dengan daerah asal mereka datang dari mana," tambahnya.

Bupati Arifin menyampaikan, saat ini Pemkab Trenggalek tengah menyiapkan 3.000 hingga 5.000 rapid test antigen. Jika persentase reaktif dalam satu dua hari ke depan semakin besar, maka akan dilakukan penambahan agar rapid test antigen semakin masif.

Bahkan bila angka penyebaran Covid-19 di Kabupaten Trenggalek ini semakin besar, tidak menutup kemungkinan akan diberlakukan pembatasan wilayah seperti yang pernah dilakukan sebelumnya. (man/rev)