Antisipasi Hal Terburuk di Malam Natal, Polres Kediri Kota Sisir Beberapa Gereja

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Muji Harjita
Kamis, 24 Desember 2020 22:08 WIB

Petugas saat menyisir ruangan Gereja Katholik Puhsarang. foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Puluhan petugas Polres Kediri Kota bersama Tim Jihandak (Penjinak Bahan Peledak) Brimob Kompi C Kediri melakukan sidak dan pengecekan ke beberapa Gereja di Kota dan Kabupaten Kediri, Kamis (24/12).

Pengecekan yang juga melibatkan dua anjing pelacak tersebut dimaksudkan untuk memastikan gereja-gereja di wilayah hukum Polres Kediri Kota aman digunakan untuk Misa/Kebaktian Natal.

Kapolres Kediri Kota AKBP Miko Indrayana melalui Kasatsabhara AKP. H. Karyoko, menjelaskan bahwa ada enam gereja di Kota Kediri maupun di Kabupaten Kediri yang masuk wilayah hukum Polres Kediri Kota, yang dilakukan pengecekan dan penyisiran.

Menurut AKP H. Karyoko, di setiap gereja yang didatangi petugas langsung melakukan penyisiran dan sterilisasi ke seluruh ruangan, termasuk mimbar dan kamar mandi, serta halaman gereja.

"Sterilisasi diawali dari Gereja Merah dilanjutkan gereja Santo Yosef, GKJW, Getsmani, Setia Bakti di Kota Kediri, dan Gereja Puhsarang Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri. Selama kegiatan dibantu dari Brimob Kompi C dan tidak ditemukan benda dan barang-barang yang dicurigai," kata AKP H. Karyoko.

Setelah sterilisasi, lanjut AKP H. Karyoko, maka pengamanan gereja diserahkan kepada pos pam dan babinsa yang mendapatkan tugas. Adapun personel yang dikerahkan untuk mengamankan masing-masing gereja adalah 15 orang.

"Untuk mengantisipasi pengunjung luar kota, akan dilakukan check point di masing-masing pos dan tetap mengedepankan protokol kesehatan. Bila di lapangan ditemukan tidak memakai masker, kita sediakan masker," terangnya.

"Dalam pelaksanan natal ini, kita tetap menerapkan protokol kesehatan yakni jaga jarak, pakai masker, mencuci tangan dengan air mengalir. Selain itu, kegiatan misa akan dibatasi, yakni yang biasanya 100 orang untuk tahun ini hanya 50 persen," imbuh AKP Karyoko. (uji/rev)