Tafsir Al-Kahfi 46: Al-Baqiyat Al-Shalihat Itu Cewek Cantik (?)

Editor: Redaksi
Kamis, 31 Desember 2020 11:20 WIB

Ilustrasi.

Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*

46. almaalu waalbanuuna ziinatu alhayaati alddunyaa waalbaaqiyaatu alshshaalihaatu khayrun ‘inda rabbika tsawaaban wakhayrun amalaan

Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amal kebajikan yang terus-menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.

TAFSIR AKTUAL

Tafsiran al-baqiyat al-shalihat di atas adalah tafsiran umum dan merupakan pandangan mayoritas mufassirin dan itu benar. Tapi kebenaran dalam bertafsir tidak satu, melainkan bisa lebih dari satu.

Kali ini diunggah tafsiran versi ibunda A'isyah R.A., bahwa al-baqiyat al-shalihat adalah cewek cantik, lahir batin. Di samping parasnya cantik, ketaqwaannya juga cantik. Atau akhlaqnya cantik meskipun parasnya tidak cantik. Artinya, anak perempuan yang shalihah, ketaqwaannya tinggi, itu bisa mensyafaati orang tuanya kelak di akhirat.

Hari itu, ada seorang wanita miskin datang menghadap ibu A'isyah R.A. sambil menuntun dua anak perempuannya yang masih kecil. Tujuannya untuk meminta sesuatu, barang kali ada sepotong roti atau apa untuk sekadar mengganjal perut. Ternyata, ibu A'isyah tidak punya makanan apa-apa, hanya ada tiga buah kurma, lalu diberikan semua.

Oleh ibu itu, masing-masing anaknya diberi satu buah, dan satunya tetap di tangan. Hanya dipegang saja dan tidak dimakan. Selesai kedua anaknya menghabiskan satu buah, baru ibu tadi mau mulai makan. Tapi, sang anak memintanya. Spontan kurma tersebut dibagi dua dan diberikan kepada kedua anaknya. Kemudian berucap terima kasih dan pamit pulang.

Tidak berselang lama, Rasulullah SAW datang dan ibu Aisyah R.A. mengabarkan kejadian yang baru saja ada dengan rasa takjub, sembari memuji keluhuran budi ibu miskin tadi. Rasul mulia itu spontan bersabda: "... sungguh Allah SWT memastikan ibu itu masuk surga atau membebaskan dari api neraka".

Pada kesempatan lain, Rasulullah SAW bersabda: "barang siapa punya dua anak perempuan dan berhasil mendidiknya secara bagus, mengantarkannya menjadi wanita shalihah hingga dewasa, maka kelak di hari kiamat nanti dia lengket bersama saya". (H.R. Muslim).

Hadis riwayat al-A'masy menambahkan, bahwa dua putri shalihah itu menjadi tameng penyelamat orang tuanya dari api neraka. Dua putri itu protes kepada malaikat agar orang tuanya dilepas dan dikeluarkan dari neraka, karena selama di dunia telah mendidiknya dengan baik dan Tuhan mengizinkan.

*Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag adalah Mufassir, Pengasuh Rubrik Tafsir Alquran Aktual HARIAN BANGSA, dan Pengasuh Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an (MQ), Tebuireng, Jombang.