Pemuda di Jombang Tewas Dikeroyok Saat Malam Tahun Baru

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Aan Amrulloh
Jumat, 01 Januari 2021 14:43 WIB

Rumah tempat korban meninggal dunia dipasang garis polisi. foto: AAN AMRULLOH/ BANGSAONLINE

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Malam pergantian tahun 2020 ke 2021 menjadi malam tahun baru terakhir bagi Slamet Kuncoro (22), pemuda asal Dusun Besuk Agung, Desa Sumberagung, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang.

Dirinya harus menghembuskan napas terakhirnya lantaran diduga dikeroyok oleh sejumlah pemuda di wilayah Dusun Bulak, Desa Mojokrapak, Kecamatan Tembelang. Saat itu, korban dijemput pelaku di rumah temannya, sebelum dihajar hingga tewas di momen malam pergantian tahun.

Kabar tersebut dibenarkan oleh Kapolsek Tembelang, Iptu Radyati Putri Pradini. Pihaknya mengaku mendapatkan laporan adanya warga Kecamatan Peterongan meninggal usai dianiaya di wilayah hukumnya, pada Jumat (01/01) dini hari tadi.

"Info awalnya kita dapat tadi pagi. Info dari Polsek Peterongan, bahwasanya ada warganya yang dilaporkan meninggal. Tapi TKP kasusnya di Tembelang," ucapnya saat diwawancarai wartawan di Mapolsek Tembelang, Jumat (01/01).

Menurut keterangan Iptu Putri, korban dianiaya oleh lebih dari satu orang. Para pelaku menjemput Slamet di kediaman temannya, AD (19), yang berada tidak jauh dari rumah korban pada Kamis (31/12/20), sekira pukul 21:00 WIB.

Usai bertemu korban, lanjut Putri, para pelaku mengajaknya ke wilayah Dusun Bulak. Di situlah korban diduga dianiaya hingga tidak sadarkan diri. Sedangkan, korban baru diketahui meninggal dunia pada Jumat dini hari sekira pukul 04:00 WIB.

"Korban dibawa pelaku ke TKP di Tembelang. Kemudian dikembalikan lagi oleh teman-temannya (para pelaku, red) di rumah temannya yang namanya Adi dalam kondisi sudah tak sadarkan diri. Kemudian sekitar pukul 4 pagi, dinyatakan meninggal dunia," terangnya.

Kapolsek menduga, korban tewas akibat dipukuli oleh para pelaku. Saat ini, jasad korban masih di kamar jenazah RSUD Jombang untuk menjalani autopsi.

"Kalau dugaan awal, di tubuhnya itu kayak dipukuli begitu. Kayak penganiayaan seperti itu. Untuk visumnya di RSUD Jombang," pungkas Putri. (aan/rev)