​Ugal-ugalan dan Tabrak Pengendara Motor, Grand Livina Hancur Diamuk Warga Jombang, Sopir Dimassa

Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Aan Amrullah
Sabtu, 09 Januari 2021 14:26 WIB

Mobil Grand Livina yang hancur usai diamuk massa. foto: AAN AMRULLOH/ BANGSAONLINE

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Sebuah mobil Nissan Grand Livina hancur setelah diamuk massa di Pasar Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Sabtu (09/01/21).

Peristiwa amuk massa yang terjadi sekira pukul 10:45 WIB, dipicu lantaran mobil bernopol S 1803 WL yang dikemudikan Fery Handoko (42), warga asal Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan tersebut terlihat ugal-ugalan hingga menabrak sejumlah pengedara sepeda motor.

Informasi yang didapat, Ferry mengemudikan mobil Grand Livina dari arah Kota Jombang. Saat itu, dia menyetir secara ugal-ugalan dan berjalan zig-zag melalui rute Desa Pandanwangi ke selatan. Di lokasi itu, dia menabrak pengedara sepeda motor Honda Scoopy S 4425 OAA yang dikendarai Agus Setyono (40), warga Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Jombang.

"Setelah nabrak malah kabur, saya yang melihat kejadian itu langsung emosi dan ikut mengejar. Saya ikut kejar dari Ceweng, saya ikuti masuk gang sampai Desa Nglaban, di sana mutar-mutar, saya berhenti gak tahu lagi," ujar Yani (42), salah satu saksi mata asal Mojowarno.

"Lah kok tiba-tiba sampai Pasar Cukir pelaku sudah dimassa. Tapi di depan Ponpes Tebuireng dia juga nyaris menambrak dua santriwati. Untung saja, bisa menghindar," imbuhnya.

Dari informasi lainnya, korban ugal-ugalan pelaku yang diduga mabuk ini tidak hanya satu orang, melainkan ada beberapa. Namun sejauh ini, polisi baru merima satu laporan dengan korban Agus Setiyono yang mengalami luka parah dan dirawat di RSUD Jombang.

Saat ini, polisi masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (olah TKP) yang disebut ada beberapa lokasi. Sejumlah saksi juga dimintai keterangan.

Kenit Laka Satlantas Polres Jombang, Iptu Sulaiman membenarkan ada seorang korban yang terluka. Mobil pelaku juga sempat menjadi sasaran bulan-bulanan masa hingga rusak parah.

"Pelaku tak sampai dimassa, tapi kendaraanya yang rusak parah. Barang bukti kita bawa ke kantor Stalantas dan pelaku masih kami periksa," pungkas Sulaiman. (aan/ns)