Omah Dhuafa Gresik Nikahkan 15 Pasangan Pengemis dan Pengamen

Editor: Yudi Arianto
Wartawan: M Syuhud Almanfaluty
Rabu, 13 Januari 2021 22:16 WIB

Prosesi akad nikah pasangan pengemis dan pengamen di Omah Dhuafa. foto ist.

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Omah Dhuafa Kabupaten Gresik menikahkan sebanyak 15 pasangan pengemis dan pengamen yang tinggal di Terminal Gubernur Suryo, Gresik, Rabu (13/1/21).

Mereka yang dinikahkan adalah pasangan pengantin, baik yang baru pertama kali nikah maupun yang sudah lama hidup bersama. Bahkan, mereka sudah ada yang punya anak, namun belum menikah secara pemerintah.

Founder Omah Dhuafa Kabupaten Gresik, Syaikhu Busiri menyatakan, Omah Dhuafa merupakan organisasi sosial yang berkiprah di bidang pendidikan dan kesehatan. Dan, saat ini sedang memperluas kegiatannya.

"Jadi, kegiatan menikahkan pasangan pengemis dan pengamen ini bagian dari garapan Omah Dhuafa," ujar Syaikhu Busiri kepada BANGSAONLINE.com, Rabu (13/1/21).

Syaikhu mengungkapkan, untuk menikahkan 15 pasangan pengemis dan pengamen kali ini, Omah Dhuafa melakukan persiapan hanya 2 hari. Sedangkan pernikahan massal ini digelar Omah Dhuafa setelah tahu jika orang tua siswa yang selama ini mendapat bimbingan dari organisasi ini, banyak yang belum menikah secara pemerintah meskipun sudah mempunyai anak.

"Awalnya, kami prihatin karena hampir semua siswa program bimbingan belajar kami untuk anak jalanan yang sudah berjalan hampir 5 bulan ternyata tidak mempunyai akta kelahiran," bebernya.

Setelah ditelusuri, lanjut Syaikhu, ternyata semua orang tua siswa tidak punya surat nikah. Ada 7 pasangan sudah pernah nikah siri, sedang 8 lainnya belum pernah dinikahkan sama sekali. 

"Kami ingin memberikan jaminan masa depan pendidikan siswa tidak terkendala administrasi kependudukan. Jadi, kami menargetkan semua siswa kami akan menerima akte kelahiran," kata Anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten Gresik dari daerah pemilihan (dapil) 1 (Gresik dan Kebomas) ini.

Afif Fakhruddin, Ketua Omah Dhuafa menambahkan, pihaknya juga berrencana menggelar nikah massal untuk dhuafa se-Kabupaten Gresik pada bulan Maret mendatang. "Jadi, bulan Maret ini insya Allah semua pasangan akan menerima surat nikah," katanya.

Acara nikah 15 pasangan pengemis dan pengamen berlangsung sekitar tiga jam tersebut diakhiri dengan tausiyah yang disampaikan KH. Sahrul Mubarok. (hud/ian)