​Plt. Wali Kota dan Forpimda Awali Vaksinasi Covid-19 di Surabaya

Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Yudi Arianto
Jumat, 15 Januari 2021 19:35 WIB

Plt. Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana usai disuntik vaksin. (foto: YUDI A/ BANGSAONLINE)

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Tepat pukul 09.00 WIB, Forpimda (Forum Pimpinan Daerah) Kota Surabaya memenuhi komitmennya untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 melalui vaksinasi. Sesuai yang dijadwalkan pemerintah pusat, bahwa pelaksanaan vaksinasi di Surabaya dilaksanakan pada hari Jumat, 15 Januari 2021.

Digelar di Halaman Balai Kota Surabaya, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana tampil disuntik pertama kali yang kemudian disusul oleh jajaran Forpimda Surabaya. Mereka satu per satu disuntik vaksin Sinovac yang dipastikan aman dan halal. Total ada 16 orang yang disuntik vaksin perdana di Surabaya itu.

Adapun 16 orang itu, yakni Plt. Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana, istri Plt. Wali Kota Surabaya Dini Syafariah Endah, Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono, Kapolrestabes Surabaya, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Danrem 084/Bhaskara Jaya, Kajari Tanjung Perak, Kajari Surabaya, dan Ketua Pengadilan Negeri Surabaya.

Kemudian, Ketua IDI Surabaya, Kepala Kemenag Kota Surabaya, Kepala Bidang Keperawatan RSUD dr. Soewandhie, Tim Penggerak PKK Tegalsari, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surabaya, Wakil Ketua Fraksi PKB DPRD Surabaya, dan Ketua PPNI Surabaya.

Usai disuntik vaksin, Plt. Wali Kota Whisnu mengaku bersyukur karena vaksinasi Covid-19 yang pertama kali di Surabaya ini berjalan lancar. Dia memastikan semua jajaran forpimda dan tokoh masyarakat yang sudah didaftarkan hari ini, semuanya divaksin, dan berjalan dengan baik dan lancar.

“Bahkan, hasil observasi dalam 30 menit setelah divaksin juga aman. Makanya kami sampaikan kepada warga Kota Surabaya bahwa vaksin ini aman dan halal. Jadi, tidak perlu khawatir dan takut apabila dapat bagian vaksin. Ini adalah upaya dan semangat kita bersama untuk terus memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” tegas Whisnu.

Dia juga mengaku tidak sakit sama sekali pada saat disuntik vaksin, apalagi jarumnya kecil, sehingga tidak ada masalah yang berarti baginya. Meskipun sudah divaksin, dia memastikan dirinya akan terus menerapkan 3M, yaitu menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, dan memakai masker.

Dia juga meminta warga untuk terus disiplin menerapkan 3M meskipun sudah divaksin. “Jadi, itu harus terus didengungkan supaya kita bisa mengendalikan dan menuntaskan Covid-19 di Surabaya,” pintanya.

Whisnu juga memastikan setelah vaksinasi pertama dilakukan di Balai Kota Surabaya, kemudian sasaran selanjutnya adalah nakes serta tenaga penunjang nonnakes yang bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes). "Nanti baru tanggal 16-17 Januari 2021, baru kami arahkan. Memang dari pusat diarahkan pada gelombang pertama ada tokoh-tokoh yang divaksin lebih dahulu," tuturnya.

Dia menyebut, ada sebanyak 109 fasyankes yang telah disiapkan untuk mendukung kegiatan vaksinasi di Surabaya. Terdiri dari 63 puskesmas dan 46 rumah sakit yang tersebar di beberapa wilayah Kota Pahlawan. Bahkan untuk mendukung lancarnya kegiatan vaksinasi ini, fasyankes sudah melakukan simulasi.

"Khusus untuk gelombang pertama ini, kita dapat jatah 33.420 vial vaksin. Kami targetkan tiga minggu selesai, karena hitungan kami di awal, itu setiap minggu bisa selesai sekitar 10 ribuan," imbuhnya.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol. Jhonny Edison Isir, usai divaksin merasa biasa saja karena sudah terbiasa disuntik serta donor darah. Bahkan sebelumnya, dia mengaku juga telah menjalani vaksin pneumonia dan influenza.

Jhonny juga mengajak masyarakat Surabaya untuk menyukseskan program nasional vaksinasi Covid-19. Dia berpesan apabila masyarakat mendapat SMS untuk divaksin supaya tak ragu dan khawatir untuk datang.

"Contohnya saya. Saya ga ragu, ga khawatir. Saya sangat yakin ini aman dan halal. Mari kita sukseskan kekebalan komunitas, herd immunity, sehingga di Indonesia pandemi bisa terkendali supaya Surabaya bisa lebih sehat, produktif, dan lebih maju lagi. Sebagai bagian dari komitmen, mari kita jaga diri, jaga keluarga, dan jaga lingkungan," pesannya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono seusai divaksin memastikan seluruh pimpinan Kota Surabaya memberikan teladan. Tidak ada yang takut divaksin. “Karena vaksin melindungi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan masyarakat,” kata Adi.

Seusai divaksin, Adi menunggu 30 menit untuk melihat reaksi pasca-vaksinasi. ”Dicek dahulu apakah ada KIPI (Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi). Saya bersyukur, tidak ada reaksi apa pun. Ini bukti bahwa vaksin aman dan halal. Jadi jangan takut,” pungkasnya.

Diketahui, dalam vaksinasi itu harus melewati beberapa tahap. Tahap pertama di meja 1 proses registrasi, tahap kedua atau meja 2 proses screening kesehatan, dan tahap ketiga atau meja 3 proses vaksinasi.

Khusus pria disuntik vaksin di panggung, sedangkan khusus perempuan disediakan tenda khusus yang tertutup. Lalu tahapan keempat atau meja 4 proses pencatatan dan diberikan kartu vaksinasi Covid-19, serta dilanjutkan dengan proses pemantauan. (ian/zar)