​Agnes Cefira Asal Malang Juara II POPA Indosiar, Khofifah Berharap Menginspirasi Generasi Muda

Editor: Tim
Rabu, 20 Januari 2021 23:08 WIB

Agnes Cefira Marcelia. foto: ist.

MALANG, BANGSAONLINE.com - Bukan hanya warga Malang Jawa Timur yang bangga atas kemenenangan Agnes Cefira dalam ajang Pop Academy Indosiar. Tapi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga ikut bangga. Gubernur perempuan pertama di Jatim itu bahkan mengucapkan selamat kepada Agnes Cefira yang menjadi juara II dalam Pop Academy Indosiar. 

“Semoga prestasi yang diraih ini mampu memberi inspirasi sekaligus motivai bagi generasi muda Jatim untuk terus berprestasi di berbagai biang serta tidak takut untuk terus bermimpi dan berusaha mewujudkannya,” tulis Khofifah di akun pribadinya di instagram @khofifah.ip, Rabu (20/1/2021).

Seperti diberitakan, Pop Academy (POPA) Indosiar babak final digelar Minggu, 17 Januari 2021 lalu. Acara final itu digelar di Studio 5 Emtek City, Jakarta Barat. Agenda utamanya mempertemukan Waode Heni Andraini asal Baubau dan Agnes Cefira Marcelia dari Malang.

(Agnes Cefira Marcelia. foto: instagram)

Dilansir Popmagz.com, dua penyanyi berbakat itu sama-sama menunjukan kebolehannya berduet dengan para musisi papan atas tanah air. Yaitu bersama Iwan Fals dan grup band Dewa 19.

Ternyata Waode yang juara I. Ia meraih suara polling 56,14 persen. Agnes meraih 43,86 persen. Jadi selisih suara lebih dari lima persen, sehingga kemenangan Waode tanpa kontroversi.

Waode mengaku sangat bersyukur bisa mengukirkan namanya sebagai juara POPA perdana. “Sebelumnya saya mengucapkan puji sukur buat Allah Subhanahuwataalla,” ungkap Waode dikutip dari Wowkeren.com, Senin, 18 Januari 2021.

Waode berhak atas hadiah uang Rp 300 juta plus trofi kemenangan. Bukan hanya itu. Lagu kemenangan bertajuk Cinta Tanpa Tapi karya musisi Melly Goeslaw pun kini resmi jadi lagu Waode.

Agnes mendapat hadiah uang Rp 200 juta. Sedang Shandy asal Jambi yang juara III mendapat hadiah Rp 100 juta.

Kini mereka berhak menyandang nama panggung sebagai Waode POPA, Agnes POPA, dan Shandy POPA.

(Agnes Cefira Marcelia. foto: ist)

Agnes sangat berterima kasih kepada warga Malang Raya dan para pejabat yang sudah memberikan dukungan.

"Saya tau ada Pak Bupati, Pak Sanusi, lalu Pak Made dari Kadisparbud Kabupaten Malang, sama Pak Wahyu juga Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, ada Pak Edi Wakil Wali Kota Malang dan Pak Emil juga yang memberi dukungan melalui Instagram. Ada banyak juga dukungan orang-orang penting di Kota Malang yang memberikan dukungan itu. Agnes tau semua karena semua video selalu forward ke Agnes," kata Agnes dilansir Kumparan.com.

"Pastinya itu menambahkan semangat tersendiri, karena dari orang-orang Kabupaten Malang seperti contohnya Pak Made sering memberi support seperti memberikan job sama bandnya Agnes di acara-acara penting Kabupaten Malang sampai acara pernikahan. Jadi, memang sudah kenal dekat dan sering ketemu bareng teman-teman band, dan kalau minta bantuan dan dukungan selalu ke Pak Made," katanya.

Gadis cantik berjilbab itu menuturkan bahwa dirinya memang memiliki darah musisi.

"Kakak aku Gwen Priscilla eks-Mahadewi, memang penyanyi juga dan dulunya juga penyanyi band kayak Agnes. Ya kurang lebih Agnes mengikuti jalannya kakak, tapi sekarang kakak sudah menikah jadi tidak melanjutkan karir," bebernya.

Kebetulan kedua orang tuanya juga sangat mendukung. "Kalau Agnes sendiri mulai nyanyi itu dari SD. Waktu itu udah berani mau nyanyi. Kadang disogok sama orang tua buat nyanyi bareng kakak di cafe terus dikasih uang Rp 50 ribu. Kebetulan orang tua juga suka banget melihat anaknya nyanyi-nyanyi," tuturnya.

"Kita dulu juga punya CD-CD buat karaoke dan kita sering karaokean bareng berempat (papa, mama, kakak dan Agnes) karena sering difasilitasi buat karaokean gratis sama papa," katanya lagi.

"Agnes dulu juga sering ikut lomba-lomba nyanyi kecil-kecilan antar daerah, tingkat nasional, antar band dan akhirnya sampai bisa ngebentuk band Agnes sendiri dari nol sampai besar di tahun 2016 sampai sekarang," kata Agnes.

Agnes juga berharap para wanita-wanita juga tidak patah semangat mengejar mimpi. (tim)