Tanya-Jawab Islam: Suami Baru Meninggal, Saya Bingung Harus Menjalani Iddah di Mana?

Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: .
Sabtu, 20 Februari 2021 09:40 WIB

Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.

Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wonocolo Surabaya. Silakan kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat.

Pertanyaan:

Assalamualaikum Kiai. Suami saya baru saja meninggal dunia secara mendadak. Keluarga saya resah dan khawatir. Menyarankan saya untuk menjalani untuk iddah di rumah orang tua saya. Jauh dari rumah tinggal saya saat ini. Keluarga terus membujuk. Saya menolak. Hingga orang tua saya jatuh sakit. Saya bingung. Apa yang harus saya lakukan Kiai? Haruskah saya menjalani iddah di rumah orang tua sambil merawat ibu?

Mohon nasihatnya Kiai Ghazali. Terima kasih. Wassalamualaikum Wr.Wb.

(NN, Surabaya)

Jawaban:

Waalaikummussalam Wr.Wb.

Saya ikut iba dan empati terhadap keadaan yang ibu alami saat ini. Saran saya, sebaiknya ibu memutuskan sendiri, apakah menjalani iddah di rumah sendiri atau orang tua. Tentunya setelah mempertimbangkan saran dan nasihat keluarga dan yang lain.

Sebab, menurut hemat saya, yang tahu betul kondisi dan kemaslahatan ibu saat ini adalah ibu sendiri. Secara Fikih (hukum Islam), iddah seharusnya memang dijalani di rumah keluarga (rumah suami-istri).

Tapi dalam kondisi seperti yang ibu tulis seperti itu, ibu BOLEH menjalani IDDAH WAFAT di rumah orang tua sendiri. Sehingga bisa menenangkan kekhawatiran orang tua yang sedang sakit karena memikirkan kondisi ibu.

Tetapi, andaikan ibu bertahan dan menjalani iddah di rumah tinggalan suami, hal itu lebih baik. Karena itu ketentuan hukum asalnya seperti itu.

Mohon ibu tidak bingung dan terus membangun kehidupan dengan tegar.

Wallahu a'lam.