Bupati Arifin: Mau Eksploitasi Tambang di Trenggalek, Nanti Dulu!

Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Herman Subagyo
Rabu, 03 Maret 2021 19:18 WIB

Bupati Trenggalek Moch. Nur Arifin. foto: HERMAN/ BANGSAONLINE

TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Bupati Trenggalek Moch. Nur Arifin menegaskan bahwa dirinya menolak rencana pembukaan area pertambangan emas oleh PT. SMN (Sumber Mineral Nusantara) di wilayah Kabupaten Trenggalek.

Meski para pelaku pertambangan telah mengantongi izin untuk melakukan eksploitasi tambang di Kabupaten Trenggalek, namun dirinya berharap agar kegiatan penambangan tersebut tidak dilakukan.

"Meskipun dia memiliki izin eksploitasi tapi di situ masih ada kawasan hutan lindung, di situ juga kita pertahankan menjadi kawasan tentang alam karst dan juga ada kawasan ekosistem karst," kata Bupati Arifin.

Ia kemudian menganalogikan izin pertambangan itu layaknya seseorang yang masuk dalam rumah orang lain, meskipun orang tersebut telah diizinkan masuk dalam rumah tersebut.

"Saya dapat izin masuk ke rumah kamu, tapi setelah masuk apakah nanti ditambang atau tidak, ya saya berusaha untuk tidak ditambang," ujarnya mencontohkan.

Alasan Bupati Arifin tidak memperbolehkan para penambang melakukan usahanya di Kabupaten Trenggalek, karena di area penambangan itu terdapat potensi panorama alam yang indah, ekosistem, hutan lindung, dan permukiman yang kesemuanya harus dilindungi.

"Kita kan belum tahu proposal keuntungannya untuk masyarakat itu sebanding atau tidak dengan eksesnya," ucapnya.

Arifin menyampaikan sesuai dengan peraturan yang baru soal izin tambang, yang berhak mengeluarkan izin pertambangan adalah pemerintah pusat maupun provinsi. Pemerintah Kabupaten tidak memiliki kewenangan mengeluarkan izin tersebut.

"Jadi, kalau izinnya sudah dipegang silakan dipegang. Tapi, kalau nanti untuk pekerjaan di bawah, ya nanti dulu," ujarnya dengan nada mencegah.

"Saya punya masyarakat, saya punya alam yang harus saya jaga. Jadi kalau saya, tranformasi ekonomi di Trenggalek harus berbasis sumber hayati yang terbarukan," sambungnya.

Sekadar diketahui, PT. SMN dikabarkan telah mengantongi izin resmi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk melakukan aktivitas pertambangan di Kabupaten Trenggalek.

Area konsensi penambangan PT. SMN sendiri meliputi Kecamatan Kampak, Dongko, Watulimo, Munjungan, Karangan, Gandusari, Pule, Suruh, dan Tugu. (man/ian)