Perpanjang PPKM Mikro, Pemkot Kediri Terus Bertindak Turunkan Kasus Covid-19

Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Muji Harjita
Selasa, 09 Maret 2021 18:29 WIB

Dari kiri: Kapolres Kediri Kota AKBP Eko Prasetyo, Asisten Administrasi Umum Pemerintah Kota Kediri Chevy Ning Suyudi, dan Dandim 0809 Kediri Letkol Kav. Dwi Agung Sutrisno, saat menyampaikan paparan hasil pelaksanaan PPKM Mikro Kota Kediri di balai kota, Selasa (9/3). foto: ist.

KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Sejak diberlakukannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro, angka kasus Covid-19 di Jawa Timur mengalami penurunan yang signifikan.

Hal tersebut disampaikan Kasdam V Brawijaya, Agus Setiawan saat memimpin rapat Evaluasi PPKM Mikro wilayah Bakorwil I, Selasa (9/3/2021).

"Saya bersyukur sekali, karena pemberlakuan PPKM Mikro di wilayah Jawa Timur ini secara signifikan mampu menurunkan angka kasus Covid-19," kata Agus saat memimpin rapat secara virtual ini, Selasa (9/3).

Ia juga mengatakan, dengan tren kasus yang terus menurun ini, sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri No. 5 Tahun 2021 bahwa pelaksanaan PPKM berskala mikro akan diperpanjang, yaitu mulai tanggal 8 sampai 22 Maret 2021.

Sementara itu, Chevy Ning Suyudi, Asisten Administrasi Umum Pemerintah Kota Kediri saat menyampaikan paparan hasil pelaksanaan PPKM Mikro di Kota Kediri mengatakan bahwa Pemkot Kediri terus berupaya melakukan berbagai macam tindakan untuk menurunkan kasus Covid-19 di Kota Kediri.

"Melalui aplikasi SIGAP kita memantau berbagai upaya penanganan, seperti patroli yang dilakukan oleh 3 pilar di tingkat kelurahan sejauh ini tercatat sudah 1.459 kali dilakukan di tempat-tempat yang berpotensi kerumunan," terang Chevy.

Menurut Chevy, program Gedor Pasen (Gerakan Donor Plasma Darah Konvalesen) di Kota Kediri masih terus berlanjut. "Sejauh ini sudah ada 74 pendonor dan 119 kantong darah. Selain itu, program ini juga telah berhasil melayani 86 pasien Covid-19," imbuhnya.

Adapun untuk vaksinasi di Kota Kediri juga terus bergulir. Dalam tahap 2 vaksinasi ini, sejumlah pedagang pasar, guru, dan pelayan publik lainnya telah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 secara bertahap. (uji/ian)