Ancam Bunuh Mahfud MD, Kini Mastur Minta Maaf dan Mohon Diselesaikan di Luar Hukum

Editor: tim
Selasa, 09 Maret 2021 18:50 WIB

Masturmudi Badruttamam alias Mastur saat membacakan permintaan maaf secara tertulis kepada Menkopolhukam Mahfud MD. foto: WA

SAMPANG, BANGSAONLINE.com – Masturmudi Badruttamam atau Lora Mastur, warga Karangpenang Sampang Madura minta maaf kepada Menkopolhukam Mahfud MD karena pernah mengancam akan membunuhnya. Acaman pembunuhan yang dilakukan Lora Mastur itu direkam dalam video dan beredar secara luas aliasviral.

Namun kini ia menyesal. Lora Mastur minta agar Mahfud MD menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan di luar jalur hukum. “Dan apabila dilanjutkan pada proses hukum, maka kami mohon dengan kerendahan hati untuk meringankan sanksi hukum kapada saya,” pinta pria berusia berusia 37 tahun itu memelas dalam video yang diterima BANGSAONLINE.com.

Dalam video berdurasi 2 menit 18 detik itu Mastur duduk bersila di pelataran rumah yang halamannya tampak luas. Mastur berkopiah putih dan berkacamata. Di belakangnya juga duduk bersila beberapa orang. Mereka semua berkopiah. Ada yang pakai kopiah putih dan bersurban, tapi sebagian berkopiah hitam.

Lora Mastur minta maaf secara tertulis. Pemintaan maaf itu dibacakan di depan para kiai dan tokoh masyarakat, termasuk Bupati Sampang H. Slamet Junaidi dan Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz, S.I.K., M.H.

(Masturmudi Badruttamam (berkacamata) diapit Bupati Sampang Slamet Junaidi dan Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz, S.I.K., M.H. foto: ist)

Seperti ramai diberitakan, Mastur pernah mengancam akan membunuh Mahfud MD. Ia marah besar karena menteri asal Madura itu tak memanggil Habib pada Rizieq Shihab saat memberi keterangan pers. Mastur menganggap Mahfud MD tak tahu diri. Padahal, menurut Mastur, Rizieq Shihab cucu Rasulullah SAW.

(Mahfud MD. foto: bangsaonline.com)

“Pas Zieq-riziegan. Anaknya siapa kamu itu,” kata Mastur dalam bahasa Madura kepada Mahfud MD dengan nada merendahkan saat itu. “Awas kamu, lalau mengulangi lagi akan saya...,” kata Mastur dengan memperagakan tangannya menggorok leher sebagai pertanda akan menggorok leher Mahfud MD.

“Ada di mana kamu Fud,” kata Mastur tak bisa mengendalikan kemarahannya dalam video tersebut. Setelah itu ia buron. Namun setelah sekian lama buron, akhirnya Mastur menyerahkan diri.

Sebelumnya, Polda Jawa Timur juga telah menangkap empat warga Pasuruan yang juga diduga menebarkan ancaman terhadap Mahfud MD. Mereka adalah Muhammad Nawawi atau Gus Nawawi (38), Abdul Hakam (39), Moch Sirojuddin (37), dan Samsul Hadi (40). (tim)