Silaturahim Dengan Tokoh Lintas Agama di Jatim, Menkopolhukam RI Apresiasi Moderasi Beragama

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Anatasia Novarina
Rabu, 17 Maret 2021 20:15 WIB

Menkopolhukam RI, Mahfud MD.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia (Menkopolhukam RI) Mahfud MD melakukan silaturahim dengan tokoh lintas agama di wilayah Jawa Timur bertempat di Kodam V Brawijaya, Rabu (17/3/2021).

Dalam silaturahim ini, Menkopolhukam didampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto, dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta.

Dalam sambutannya, Menkopolhukam RI mengatakan, Jawa Timur adalah salah satu provinsi yang dengan jumlah penduduk yang besar, 40 juta jiwa dari 38 kota/kabupaten.

"Ini menunjukkan, pertama moderasi Islam, moderasi beragama tumbuh di sini. Memang ada peristiwa-peristiwa teror tapi bisa diatasi. Tapi secara umum, rakyatnya tumbuh dengan penuh toleransi. Tentu bukan hanya Jawa Timur, seluruh Indonesia umat Islamnya itu pada umumnya toleran," jelas Machfud MD.

Lebih lanjut, Machfud MD menjelaskan, moderasi beragama di Jawa Timur dipelopori oleh Kiai Hasyim Asyari. Meski demikian, ia juga menyebut sebelum itu Muhammadiyah juga sudah mengembangkan moderasi bergama di Jawa Timur.

"Sebenarnya konflik antar umat beragama karena perbedaan agama itu sangat kecil. Bahwa ada teroris itu menyimpang, tapi bukan hanya di Islam. Semua agama itu punya terorisnya sendiri, karena sangat radikal di dalam pemahamannya," tandasnya.

Dalam kesempatan ini, Mahfud MD juga menyinggung perkembangan Covid-19 di Jawa Timur yang sempat membeludak, sampai-sampai ada yang takut hendak ke Jawa Timur. Namun, saat ini Jawa Timur menempati urutan terendah daripada provinsi yang lain dalam hal penyebaran Covid-19.

"Ini satu keberhasilan dalam manajemen penanganan Covid-19. Pemerintah sekarang ini sedang bekerja keras dan fokus di dalam segala kebijakannya untuk menangani, untuk berperang melawan Covid-19. Pemerintah punya dua program Perpres No. 82 itu, perang melawan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional, dan itu dibangun secara bersama-sama. Jawa Timur rupanya merupakan salah satu contoh karena kerja sama antara pimpinan pemerintahan, tokoh-tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan sebagainya (dalam hal menangani Covid-19," paparnya.

Menkopolhukam juga menyampaikan fokus pemerintah saat ini dalam mengatasi Covid-19 melalui vaksinasi, yang menghabiskan biaya mahal. Menurutnya, hal itu semata-mata dilakukan untuk menyelamatkan rakyat.

"Pemerintah menyediakan fasilitasnya dengan biaya yang mahal untuk menyelamatkan rakyat. Karena apa? dalil yang berlaku umum kalau di dalam ilmu konstitusi itu, keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Kalau kamu ingin menyelamatkan rakyat, boleh kamu melanggar konstitusi, bahkan begitu. Dalil itu ekstremnya, sehingga banyak orang melakukan tindakan-tindakan, dan itu melawan hukum, tapi untuk menyelematkan rakyat dan inilah yang sekarang dilakukan," pungkasnya. (ana/rev)