Budi Daya Ikan Betta di Kediri Tak Terpengaruh Pandemi

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Muji Harjita
Minggu, 21 Maret 2021 21:11 WIB

Yusuf Saputro, Ketua Kediri Betta Club (KBC) ketika berada di arena kontes ikan betta. foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pandemi Covid-19 yang sampai saat ini masih berlangsung ternyata tidak berpengaruh dengan keberadaan ikan betta atau ikan hias cupang di Kediri. Justru di tengah pandemi ini, harga ikan cupang malah cenderung naik, karena banyak diburu pecintanya untuk dikoleksi.

Bahkan ketika digelar kontes ikan betta, penggemar ikan imut ini banyak yang ikut. Pada saat masa pandemi ini, setidaknya sudah ada 2 kontes ikan betta digelar oleh komunitas pecinta ikan betta di Kediri.

Menjelang akhir tahun 2020 lalu, penggemar ikan betta yang tergabung dalam Kediri Betta Club (KBC) telah menggelar kontes ikan betta tingkat Nasional di Covention Hall SLG yang dihadiri peserta tidak hanya dari Kediri saja, tetapi juga datang dari Batam, Jakarta, Lampung, Bogor, dan Kota-kota di Pulau Jawa lainnya.

Kontes berikutnya adalah kontes ikan betta yang bertajuk "Pare Betta Contest’ di Holiday Café di Jalan Cokroaminoto Desa Tulungrejo Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Minggu (14/3/2021) lalu. Kontes yang dihadiri oleh Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana ini diikuti sekitar 600 lebih peserta.

Mas Bup Dhito, sapaan akrab bupati termuda di Indonesia itu menyambut baik kegiatan kontes tersebut. “Harapannya terus berkelanjutan dan muncul genetik-genetik cupang baru,” ungkap Mas Dhito.

Jika berkelanjutan, tambah Mas Dhito, nantinya kontes semacam ini mampu menembus skala nasional maupun internasional. Bahkan ia mengaku telah berdiskusi dengan Plt Kepala Dinas Perikanan, Nur Hafidz, untuk menggelar kontes yang lebih besar dan tetap mematuhi protokol kesehatan yang direncanakan setelah lebaran, yakni pada bulan Juni. 

Sementara Yusuf Saputro, Ketua Kediri Betta Club (KBC) menjelaskan, bahwa permintaan ikan betta di masa pandemi ini justru meningkat dan harganya pun cenderung naik. Menurut Yusuf, di awal pandemi bulan Maret 2020 lalu, permintaan memang sedikit menurun. Tapi sejak bulan Agustus 2020 lalu, sudah mulai ada peningkatan permintaan sampai sekarang ini.

"Untuk sentra ikan betta di Kabupaten Kediri ada di wilayah Ngadiluwih, Ngasem, Kandat, dan Pare. Sedangkan di Kota Kediri ada Kecamatan Pesantren," kata Yusuf, Minggu (21/3). (uji/rev)