Ikuti Audisi, 20 Pelajar Sidoarjo Bersaing Jadi Duta Toleransi

Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Musta'in
Kamis, 25 Maret 2021 22:38 WIB

PRESENTASI: Salah satu finalis Duta Toleransi tingkat SMP saat mengikuti audisi, di Kantor Disporapar Sidoarjo, Kamis (25/3). foto: MUSTA'IN/ BANGSAONLINE

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Sebanyak 20 siswa SMP dan SMA di Kabupaten Sidoarjo mengikuti Audisi Duta Toleransi, di Aula Kantor Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Sidoarjo, Kamis (25/3/2021). Dalam audisi tersebut, para finalis Duta Toleransi ini diminta memaparkan konsep kampanye toleransi saat mereka menjadi Duta Toleransi.

Pemilihan Duta Toleransi ini bagian Program “Cinta Budaya Cinta Tanah Air” yang digelar komunitas seni budaya BrangWetan. Program Cinta Budaya Cinta Tanah Air berlangsung selama setahun, Juli 2020 - Juni 2021. Pemilihan Duta Toleransi digelar terbatas di 10 sekolah di 5 kecamatan di Sidoarjo, yang didampingi BrangWetan.

Audisi para finalis Duta Toleransi ini digelar dalam dua sesi. Sesi pertama, diikuti 10 finalis Duta Toleransi tingkat SMP. Dan sesi kedua, diikuti 10 finalis Duta Toleransi tingkat SMA. Sepuluh finalis Duta Toleransi tingkat SMP berasal SMPN 1 Gedangan, SMPN 1 Sedati, SMPN 1 Waru, SMPN 1 Taman dan SMPN Sukodono.

Sedangkan 10 finalis Duta Toleransi tingkat SMA berasal dari MA Bahaudin Taman, MA Darul Ulum Waru, MA Nurul Huda Sedati, SMA Jati Agung Taman dan SMAN 1 Gedangan. “Peserta yang lolos audisi menjadi Duta Toleransi Kabupaten Sidoarjo,” cetus Manager Program Cinta Budaya Cinta Tanah Air, BrangWetan, M Masrullah.

Masrullah menjelaskan, masing-masing tingkat dipilih 4 Duta Toleransi. Mereka akan menerima Piala Bupati Sidoarjo, Piala Ketua DPRD Sidoarjo, Piala Kepala Dikbud, dan Piala Kepala Disporapar. “Piala diserahkan bersamaan dengan pengumuman nama-nama Duta Toleransi yang digelar menyusul,” bebernya.

Dijelaskan Masrullah, para Duta Toleransi yang terpilih itu nantinya bakal menjadi juru bicara di tingkat Kabupaten untuk mengampanyekan pentingnya toleransi di tengah masyarakat. Hal itu menyusul menurunnya budaya dan perilaku toleran, termasuk di kalangan milenial pada saat ini.

Pemilihan Duta Toleransi, kata Masrullah, merupakan rangkaian program “Cinta Budaya Cinta Tanah Air”. Kegiatan sebelumnya di antaranya Focus Group Discussion (FGD) yang diikuti para kepala sekolah hingga mendampingi para guru agar memasukkan nilai-nilai toleransi dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

Dalam audisi itu, para finalis Duta Toleransi mendapatkan ujian dari para dewan juri. “Mereka (finalis Duta Toleransi) ditanya soal pemahaman tentang media sosial (medsos), budaya, karya mereka mengkampanyekan toleransi hingga apa rencana kerja saat nanti terpilih menjadi Duta Toleransi,” beber Masrullah.

Ditambahkan Masrullah, esensi dari program Pemilihan Duta Toleransi ini, mereka diharapkan benar-benar menjadi sosok yang mewakili karakter orang-orang yang toleran serta menghargai perbedaan. “Itulah yang kami cari hari ini dalam Pemilihan Duta Toleransi ini,” pungkas Masrullah.

Sementara itu, sejumlah finalis mengungkapkan alasannya mengikuti ajang Pemilihan Duta Toleransi. Eka Rahmad Saputra, asal SMPN 1 Gedangan mengatakan, dirinya ingin ikut memotivasi masyarakat agar menghargai keragaman budaya, suku, ras dan agama di Indonesia. “Saya juga bisa belajar memahami makna toleransi,” cetusnya Eka Rahmad Saputra.

Sedangkan Eviani Amara Nadya Putri, finalis Duta Toleransi asal SMPN 1 Gedangan mengatakan, selain ingin mendapatkan pengalaman baru, dia ingin nantinya bisa ikut menumbuhkan budaya toleransi di kalangan pelajar dan kaum milenial. “Karena banyak generasi muda yang sudah lupa apa itu toleransi,” ungkap Eviani. (sta/ian)