Muscab IKA PMII Jember, AFS Kandidat Kuat

Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Yudi Indrawan
Jumat, 02 April 2021 19:51 WIB

Ach. Faidy Suja’ie (AFS).

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Menjelang pelaksanaan Muscab (Musyawarah Cabang) Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Jember, Sabtu (3/4) besok, kandidat ketua umum mulai bermunculan.

Salah satunya Ach. Faidy Suja’ie (AFS). Pelan namun pasti, nama mantan Ketua Umum PMII Cabang Jember 2007-2008 tersebut menguat dan mulai diperhitungkan di kalangan anggota IKA PMII Jember. Terutama di segmen alumni muda yang menginginkan IKA PMII bertransformasi menjadi organisasi modern dan bisa menghilangkan friksi-friksi di antara para alumni yang justru kontraproduktif dengan upaya IKA PMII untuk mendistribusikan para alumni PMII Jember di berbagai pos strategis di level daerah maupun pusat.

Ketika dikonfirmasi BANGSAONLINE.com, Mas Pay-panggilan akrab AFS tidak menampik kabar yang menyebut dirinya akan mencalonkan diri sebagai Ketua Umum IKAPMII Jember 2021-2025.

"Iya betul. Bismillah, saya membulatkan tekad untuk menjadi kandidat Ketum IKA PMII Jember, karena dorongan dari para alumni PMII Jember, terutama kalangan alumni muda dan alumni di arus bawah yang menginkan IKAPMII Jember ini sebagai wadah bagi semua alumni tanpa ada pengkotak-kotakan. Jadi saya benar-benar ingin IKA PMII Jember ini rumah besar bagi seluruh alumni PMII Jember,“ ujar peraih gelar cumlaude dari Program S2 Manajemen dan Kebijakan Publik Fisipol UGM tersebut.

AFS yang merupakan mantan Ketua Umum PMII Rayon Fisip 2005-2006 itu punya visi agar IKA PMII Jember bisa bertransformasi menjadi organisasi yang progresif, modern sekaligus taktis dan strategis dalam mendistribusikan alumni-alumni PMII Jember potensial untuk berkiprah dalam berbagai bidang. Baik dalam skala lokal, regional, nasional, bahkan kalau perlu hingga level internasional.

"Pada hakikatnya organisasi alumni seperti IKA PMII ini adalah wadah silaturrahim tanpa batas untuk seluruh anggota. Tapi jangan dilupakan juga bahwa IKA PMII ini harus punya fungsi taktis dan strategis untuk mendiaspora anggotannya ke berbagai bidang. Demi meluasnya ajaran Aswaja di negeri ini. Dan ini yang saya lihat belum nampak selama ini. Padahal secara potensi, PMII Jember ini dahsyat. Sayang kalau tidak dikelola dengan baik,“ jelas pria kelahiran Sumenep ini.

AFS melihat ada momentum yang tepat untuk meningkatkan positioning IKA PMII Jember, yakni bonus demografi dan visi Indonesia Emas Tahun 2045. Di mana dua hal tersebut membutuhkan keterlibatan aktif generasi muda potensial di segala bidang. ‘‘Mumpung masih ada waktu, IKA PMII Jember harus gerak cepat menyusun master plan untuk memanfaatkan dua momentum itu sebagai instrumen diaspora alumni,“ tegas AFS.

Terkait beredarnya poling kandidat Ketua IKA PMII Jember yang tidak memasukkan namanya, AFS menanggapinya dengan santai. Menurutnya itu bagian dari dinamika muscab, dan siapa saja boleh bikin poling sesuai dengan subjektivitasnya.

"Apa yang beredar di poling tidak merepresentasikan kondisi yang sebenarnya. Buktinya, sesaat setelah saya mendeklarasikan diri, saya sampai kewalahan merespons telepon dan WA dari banyak alumni yang mendukung,“ tegas penulis buku Kaum Muda Tanpa Kaum (2011) tersebut. (yud/eko)