Dianggap Mengandung Tripsin Babi, Kiai Asep Tolak Vaksin Jenis AstraZeneca

Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Rochmad Aris
Minggu, 04 April 2021 20:08 WIB

Ainul Yaqin bersama Kiai Asep.

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Prof. Dr. KH. Asep Syaifuddin Chalim, M.A. tetap teguh dengan pendiriannya, tidak setuju dengan vaksin jenis AstraZeneca, karena mengandung tripsin pankreas babi. Meski demikian, ia sangat setuju dengan program vaksinasi nasional.

Penolakan Kiai Asep terhadap vaksin jenis AstraZeneca itu telah sesuai dengan penjelasan Ainul Yaqin, ahli farmasi yang bertugas di LPPOM. Ainul menerangkan, vaksin AstraZeneca memang terletak pada tripsin yang berasal dari pankreas babi.

Adapun pankreas babi adalah merupakan sebagai salah satu kompenen media yang digunakan dapat menumbuhkan bakteri e-coli.

Sebelumnya, Kiai Asep, sapaan Prof. Dr. KH. Asep Syaifuddin Chalim yang merupakan Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Internasional Amanatul Ummah di Surabaya dan Mojokerto, dan Institut KH Abdul Chalim (IKHAC) Mojokerto tersebut menegaskan bahwa vaksin AstraZeneca tidak diperkenankan divaksinkan kepada seluruh santri di pondoknya yang berjumlah 12 ribu orang.

Sebab, ia menjelaskan bahwa Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 13 Tahun 2021 yang ditandatangani pada 16 Maret 2021 lalu, menyatakan vaksin AstraZeneca haram mubah liddoruroh, yang artinya mubah boleh dipakai apabila darurat.

"Tapi ketika daruratnya hilang, maka hukumnya haram mutlak. Karena di Ponpes Amanatul Ummah tidak ada kedaruratan, maka hukumnya haram mutlak," jelasnya.

Kiai Asep juga menegaskan bahwa ia sama sekali tidak melawan pemerintah mengenai program vaksinasi. Ia justru sangat setuju dengan pelaksanaan vaksinasi secara nasional. "Kalau vaksin yang tidak mengandung tripsin pankreas babi, silakan masuk Amanatul Ummah," tegasnya.

"Saya dari awal sangat mendukung program pemerintah pusat dan gubernur, mengenai pelaksanaan vaksinasi nasional. Namun, asalkan jangan jenis vaksin AstraZeneca," tegasnya lagi. (ris/ian)

Video Terkait