Warga Bojonegoro Demam Batu Akik, Disbudpar Bakal Gelar Festival

Editor: Revol
Wartawan: Eky Nurhadi
Jumat, 20 Februari 2015 17:20 WIB

Ilustrasi

BOJONEGORO (BangsaOnline) – Banyaknya penggemar batu akik di Kabupaten Bojonegoro mulai direspon Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro. Masyarakat dari berbagai kalangan mulai menggemari batu akik sebagai hobi hingga investasi.

Melihat kondisi itulah, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro berencana menggelar pameran batu akik yang diberi nama Festival Watu Aji. Festival ini akan diadakan pada minggu kedua bulan Maret mendatang di kawasan wisata Kahyangan Api.

Menurut Kepala Bidang Pengembangan dan Pelestarian Budaya Disbudpar Bojonegoro, Suyanto, dalam festival ini pihaknya akan menggandeng beberapa perajin batu akik lokal.

Beberapa daerah di Bojonegoro menjadi sentra perajin yang cukup populer di kalangan pecinta baru akik yakni di Desa Wotangare, Kecamatan Kalitidu serta di Kecamatan Temayang.

Suyanto menjelaskan, Kabupaten Bojonegoro memilki potensi sebagai daerah penghasil batu akik berkualitas. Ia menyebutkan, Desa Wotangare menjadi salah satu spot berburu batu akik yang cukup berkualitas.

"Karena Bojonegoro kontur tanahnya yang selalu bergerak, jadi banyak ditemukan batuan untuk bahan batu akik. Yang paling ramai di Wotangare," tuturnya.

Untuk konsep Festival Watu aji ini, Suyanto mengaku bakal mengusung bentuk mentah dari yang kini tengah digandrungi kaum pria. Selanjutnya, akan diperlihatkan proses pembuatan hingga hasil jadi dengan mengandalkan para perajin asli Bojonegoro.

"Selain mengenalkan wujud mentah batu akik, festival ini juga mengangkat potensi para perajin," tambahnya lagi.

Tak hanya menunjukkan bahan mentah serta proses pembuatannya, Suyanto menyebutkan, festival tersebut akan menampilkan berbagai jenis batu akik berkualitas seperti bacan, sulaiman madu cokelat, rubi merah-ungu, badar besi hitam, serta jenis batu lainnya.

"Batu-batu itu diadu keindahannya di festival," ujar Suyanto.

Sementara itu menurut Didik Wahyudi, penggemar batu akik, mengaku sangat menunggu adanya festival batu akik tersebut. Selain bertemu langsung dengan para perajin batu akik, ia juga mengaku dapat bertemu dengan sesama penggemar batuk akik dari Bojonegoro dan mungkin juga luar daerah.

“Batu akik sekarang ini menjadi tren. Kalau ada festival batu akik, saya yakin akan ramai sekali. Sebab, penggemar batu akik pasti penasaran dan ingin berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai hobi mengoleksi batu akik,” ujar seniman asal Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas tersebut.